BATAM – Pengurus Wushu Kota Batam memasang target tinggi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau di Tanjungpinang.
Dengan menurunkan lima atlet terbaik, Wushu Batam membidik sedikitnya dua medali emas sekaligus membuka peluang bersaing memperebutkan predikat juara umum.
Optimisme tersebut disampaikan Ketua Pengkot Wushu Indonesia Batam, Tan A Tie, saat melepas keberangkatan atlet dan official di Pelabuhan Punggur, Batam, Minggu (1/11/2026)
.
Tan A Tie mengatakan, target dua medali emas menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh atlet dan jajaran pengurus. Terlebih,
Porprov kali ini menjadi pengalaman pertama bagi kepengurusan yang dipimpinnya dalam memimpin dan mendampingi kontingen Wushu Batam.
“Kami sangat berharap adik-adik dari Wushu bisa mewakili Batam dan mendapatkan medali emas. Setidaknya dua emas menjadi target kami. Mudah-mudahan ini menjadi ajang pertama di bawah kepemimpinan saya dan bisa langsung membawa hasil terbaik untuk Kota Batam,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan terhadap atlet tidak hanya diwujudkan melalui persiapan teknis dan latihan, tetapi juga komitmen memberikan apresiasi atas perjuangan mereka di arena pertandingan.
Pengurus telah menyiapkan penghargaan bagi atlet yang berhasil meraih medali emas, perak maupun perunggu. Bahkan, atlet yang belum berhasil menyumbangkan medali juga tetap akan mendapatkan apresiasi.
“Bukan hanya emas, perak dan perunggu juga akan kami apresiasi. Bentuknya memang belum kami sampaikan kepada atlet, tetapi saya sudah berjanji akan memberikan apresiasi. Bahkan, bagi atlet yang belum berhasil meraih medali pun tetap kami hargai karena mereka sudah berjuang mewakili Wushu Batam,” tegasnya.
Ia menambahkan, selama masa persiapan pengurus juga memberikan dukungan secara pribadi untuk membantu memenuhi kebutuhan atlet, termasuk uang saku.
Dari sisi kesiapan, lima atlet yang terdiri dari tiga putra dan dua putri tersebut telah menjalani latihan intensif selama kurang lebih dua bulan.
Program latihan meliputi peningkatan kondisi fisik, pengaturan berat badan, pemantauan kesehatan hingga pematangan teknik bertanding.

Tan A Tie secara khusus mengapresiasi Official Pelatih Wushu Kota Batam, Rikardo yang terlibat langsung dalam mendampingi sekaligus melatih para atlet.
Pemantauan bahkan dilakukan secara rutin, termasuk perkembangan berat badan dan kondisi kesehatan setiap atlet.
“Setiap malam ada laporan mengenai perkembangan berat badan dan kondisi kesehatan atlet. Semuanya terus kami pantau. Saya sangat mengapresiasi Rikardo yang begitu konsisten mendampingi anak-anak,” katanya.
Sementara itu, Official Pelatih Wushu Kota Batam, Rikardo Zendrato, memastikan seluruh atlet telah siap menghadapi pertandingan.
Ia menyebutkan, lima atlet yang diberangkatkan akan turun pada kelas masing-masing berdasarkan kategori berat badan, mulai dari kelas 48 kilogram, 52 kilogram, 56 kilogram dan seterusnya.
“Sejauh ini anak-anak sudah siap untuk fight menghadapi Porprov di Tanjungpinang. Kami akan berupaya semaksimal mungkin sesuai arahan ketua. Target yang sudah ditetapkan akan kami perjuangkan,” ujar Rikardo.
Ia menegaskan, target utama tetap meraih medali emas. Bahkan, apabila seluruh atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik, Wushu Batam berharap bisa bersaing dalam perebutan gelar juara umum.
“Targetnya pasti emas. Kalau bisa, kami ingin menjadi juara umum,” tegasnya.
Dalam keikutsertaan kali ini, kontingen Wushu Batam diperkuat total delapan personel staf yang akan mendampingi dan mendukung perjuangan para atlet selama berlangsungnya pertandingan.
Rikardo juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap hak-hak atlet, terutama setelah mereka menyelesaikan perjuangan dan berhasil mengharumkan nama daerah.
“Harapan kami, ketika atlet sudah berjuang dan memberikan yang terbaik, pemerintah juga memberikan apa yang menjadi kewajibannya. Itu saja,” ungkapnya.
Dukungan dan optimisme juga disampaikan Pembina Wushu Batam sekaligus Anggota DPRD Kota Batam, Siti Nurlailah, ST, MT. Ia meminta para atlet menjaga semangat, fokus menghadapi pertandingan dan memiliki keyakinan untuk meraih kemenangan.
Menurutnya, kontingen Wushu Batam harus berangkat dengan mental juara, bukan justru dibayangi kekhawatiran mengenai kemungkinan gagal meraih prestasi.
“Semangat, harapan kita menjadi juara. Kita tidak usah berandai-andai kalau tidak menang bagaimana. Kita datang untuk menang dan insyaallah mendapatkan hasil terbaik. Untuk anak-anak, tetap semangat dan berikan yang terbaik,” pesannya.
Dengan persiapan intensif, dukungan pengurus, serta motivasi dari pembina dan pelatih, Wushu Batam kini siap membuktikan kemampuannya di arena Porprov Kepri.
Target minimal dua medali emas pun menjadi tantangan yang harus dijawab lima atlet tersebut melalui perjuangan dan penampilan terbaik demi mengharumkan nama Kota Batam.








Komentar