BATAM – Aksi penanaman 1.000 batang mangrove yang diinisiasi oleh DPD GRIB Jaya Provinsi Kepulauan Riau di kawasan pantai Tanjung Uma, Kota Batam mendapat dukungan penuh dan apresiasi tinggi dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas), salah satunya dari Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam.
Aksi hijau yang dirangkai dengan kegiatan bakti sosial penyerahan sembako kepada masyarakat Tanjung Uma ini sengaja dikemas sebagai simbol kepedulian sekaligus persatuan untuk mendinginkan suasana.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan Batam tetap aman, damai, serta kondusif bagi masyarakat maupun para investor setelah situasi di wilayah tersebut sempat memanas beberapa waktu lalu.
Ketua DPD GRIB Jaya Kepri, Junaidi Eddy, selaku penyelenggara menekankan pentingnya menjaga kondusifitas Batam demi masa depan pembangunan, kesejahteraan sosial, dan iklim investasi daerah.
Aksi nyata di lapangan ini menjadi bukti otentik bahwa seluruh elemen masyarakat Batam bisa bersatu tanpa ada sekat permasalahan.
“Kita melihat saat ini cukup banyak kawasan mangrove yang sudah berkurang, salah satunya akibat adanya pembangunan dan pengembangan kawasan.
Melalui kegiatan ini, kita berharap ke depan keberadaan mangrove di Batam bisa terus dijaga dan dilestarikan, sehingga lingkungan tetap terjaga,” ujar Junaidi Eddy di sela-sela kegiatan.
Junaidi Eddy menambahkan bahwa momen penanaman pohon dan penyerahan sembako ini sengaja dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali suasana di kawasan pantai sekaligus menyatukan berbagai warna organisasi, suku, dan agama dalam satu visi yang sama untuk kemajuan daerah.
“Harapan kita, Batam tetap kondusif. Dengan berkumpulnya berbagai organisasi, berbagai suku, dan agama dalam kegiatan seperti ini, mudah-mudahan bisa menjadi ajang silaturahmi dan mempererat persatuan kita semua. Kita ingin menunjukkan bahwa Batam adalah daerah yang damai, aman, dan nyaman, termasuk bagi para investor,” tegasnya.
Langkah positif GRIB Jaya ini mendapat respons hangat dari Ketua Gagak Hitam, Udin Pelor.
Ia menyatakan bahwa inisiatif lintas organisasi seperti ini merupakan langkah yang luar biasa karena mengumpulkan dan menyatukan berbagai elemen di tengah situasi Batam yang masih hangat bukanlah perkara yang mudah.
“Tanggapan saya, kegiatan yang digelar oleh saudara-saudara kami dari organisasi GRIB Jaya ini sangat positif. Karena menyatukan ras, suku, dan agama bukanlah sesuatu yang mudah. Kita tahu, situasi dan kondisi di Kota Batam masih sangat hangat menyusul kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu,” kata Udin Pelor saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.
Udin Pelor menegaskan bahwa kehadiran berbagai ormas seperti HKTI, Gagak Hitam, dan Tajam dalam aksi ini melambangkan runtuhnya sekat-sekat perbedaan demi kepentingan yang lebih besar, yaitu keutuhan bangsa di Bumi Melayu.
“Namun, kami di sini tidak melihat perbedaan ras, suku, maupun agama. Yang kami kenal adalah sesama anak bangsa, satu jiwa, dan satu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami bersatu bukan karena perbedaan organisasi, tetapi karena ingin mempersatukan seluruh anak bangsa yang ada di Bumi Melayu ini. Perbedaan organisasi tidak boleh menjadi penghalang untuk bersama-sama menjaga persatuan dan keamanan di Batam,” tegas Udin Pelor.
Di akhir penyampaiannya, kedua pimpinan ormas ini kompak menyuarakan dukungan penuh mereka terhadap kinerja aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kepulauan Riau.
“Kami sama-sama mendukung Polda Kepri dan Polresta Barelang untuk terus menjaga Kota Batam, khususnya Provinsi Kepulauan Riau, agar tetap aman dan kondusif,” pungkas Udin Pelor, yang senada dengan Junaidi Eddy saat menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Bapak Kapolda dan Bapak Kapolres atas dedikasinya menjaga kondusifitas kota.
Kegiatan bernuansa kebersamaan ini turut dihadiri oleh jajaran DPD, DPC, PAC, Srikandi, dan Dewan Pengawas GRIB Jaya Kepri, perwakilan BAPEDAS, Sekretaris DPD HKTI Wayan U Cakra, Panglima Sambang Gagak Hitam Udin Pelor, perwakilan HNSI, Lurah Tanjung Uma, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat Atok Ismail.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Persaudaraan Masyarakat Dumai Permai, TAGANA Kota Batam, YBTM, PERMASA, GAMAT, TAJAM, Ikatan Keluarga Adonara (IKA), GMW, dan komunitas MBTU Tanjung Uma.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta sambutan dari Ketua DPD GRIB Jaya Kepri, Junaidi Eddy.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan *edu briefing* tata cara penanaman mangrove oleh Moh. Safet dari HNSI Kepri, penyerahan bibit secara simbolis, foto bersama, penanaman bibit di pesisir pantai, ramah tamah, hingga diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako kepada warga.








Komentar