Batam Tunjukkan Tren Positif, Amsakar: Investasi, Pariwisata hingga Ekonomi Terus Menggeliat

BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebut berbagai indikator pembangunan Kota Batam menunjukkan tren yang semakin positif dalam satu tahun lima bulan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.

Pertumbuhan ekonomi, investasi, hingga sektor pariwisata dinilai terus mengalami peningkatan dan menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewa Tua Di Sa Ya Pek yang digelar Yayasan Batam Tri Suci Dharma di Kampung Utama Bawah, Kecamatan Lubuk Baja, Sabtu (1/8/2026) malam.

“Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi kita baik, investasi juga baik, kunjungan wisatawan mancanegara meningkat, dan dunia usaha terus tumbuh,” ujar Amsakar.

Menurutnya, geliat perekonomian Batam terlihat dari semakin banyaknya pembangunan yang dilakukan para investor, khususnya di kawasan Batam Centre.

Sedikitnya delapan gedung baru, termasuk sejumlah hotel berbintang, tengah dibangun sebagai bukti meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Kota Batam.

“Di Batam Centre saja ada sekitar delapan gedung baru yang sedang dibangun, termasuk hotel seperti Marriott dan Mercure. Ini menandakan kehidupan ekonomi di Batam sedang menggeliat,” katanya.

Tak hanya itu, Amsakar juga menyinggung meningkatnya perhatian dunia internasional terhadap Batam sebagai kawasan investasi strategis.

Ia menyebut adanya pemberitaan media internasional mengenai rencana investasi perusahaan teknologi global bersama Nvidia untuk membangun fasilitas Graphic Processing Unit (GPU) menjadi sinyal positif bagi masa depan industri teknologi di Batam.

Menurutnya, proyek yang direncanakan mulai berjalan pada 2027 tersebut akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat investasi dan industri teknologi di kawasan.

Meski demikian, Amsakar menegaskan berbagai capaian tersebut tidak lepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat yang mampu menjaga persatuan serta menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Semua capaian ini merupakan persembahan bagi masyarakat Batam. Namun di sisi lain, masyarakat Batam juga luar biasa karena kompak, bersatu, dan para pelaku usahanya terus berkembang,” ujarnya.

Ia berharap tahun 2026 menjadi momentum bagi Batam untuk terus berkembang dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Batam akan maju lebih cepat jika seluruh elemennya kompak. Pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat harus terus membangun kebersamaan. Itulah kunci memajukan Batam,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga menilai perayaan HUT Dewa Tua Di Sa Ya Pek memiliki potensi besar sebagai agenda wisata budaya yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurutnya, setiap tahun perayaan tersebut selalu dipadati masyarakat Batam dan wisatawan dari negara tetangga yang datang untuk menyaksikan tradisi masyarakat Tionghoa yang telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Kota Batam.

“Perayaan HUT Tua Di Sa Ya Pek merupakan kegiatan yang sangat menarik bagi wisatawan mancanegara. Cukup banyak wisatawan dari negara tetangga yang hadir untuk menyaksikan tradisi yang sudah menjadi salah satu budaya masyarakat Tionghoa di Batam. Selain itu, pengunjung dari Batam sendiri juga sangat banyak,” katanya.

Amsakar menilai tradisi budaya seperti ini harus terus dilestarikan karena tidak hanya memperkuat nilai-nilai kebudayaan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Ia menegaskan Indonesia sebagai negara yang berlandaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika memiliki tanggung jawab untuk menjaga seluruh keberagaman budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Melestarikan budaya di Indonesia yang terdiri dari berbagai macam tradisi merupakan kewajiban kita bersama. Setiap budaya yang ada harus dijaga agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

Amsakar turut mengapresiasi panitia dan pengurus Yayasan Batam Tri Suci Dharma yang secara konsisten menyelenggarakan perayaan tersebut setiap tahun.

Menurutnya, semakin meriahnya pelaksanaan HUT Dewa Tua Di Sa Ya Pek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat serta besarnya daya tarik acara tersebut.

“Tradisi berkumpul seperti ini menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dan keharmonisan masyarakat Batam yang hidup dalam keberagaman,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan, Amsakar menyerahkan sebuah miniatur keris untuk dilelang dalam rangkaian acara.

Selain itu, ia juga memberikan bantuan sebesar Rp15 juta kepada Yayasan Batam Tri Suci Dharma sebagai dukungan terhadap pelestarian tradisi budaya yang telah menjadi bagian dari kekayaan Kota Batam.

Komentar