Capella Honda Ajak Pengendara Terapkan Keselamatan Berkendara Melalui Tips 5P+

BATAM – Bahaya di jalan raya merupakan musuh utama bagi setiap pengendara. Tidak jarang, potensi bahaya justru datang dari faktor di luar kendali kita. Terlepas dari siapa yang benar atau salah, risiko kecelakaan tetap dapat berdampak pada siapa pun yang terlibat.

Oleh karena itu, kemampuan pengendara dalam merespons potensi bahaya menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara, Capella Honda Kepulauan Riau terus mengedukasi masyarakat melalui kampanye Cari_Aman, salah satunya dengan membagikan tips berkendara aman 5P+ yang dapat diterapkan dalam aktivitas berkendara sehari-hari.

Christofer Valentino, Instruktur Safety Riding Capella Honda Kepri, menjelaskan bahwa konsep 5P+ merupakan panduan sederhana namun efektif untuk membantu pengendara lebih siap menghadapi berbagai situasi di jalan.

Pertama, Pakai perlengkapan berkendara sesuai standar. Gunakan helm berstandar SNI dengan tali pengikat terpasang dengan benar, jaket berlengan panjang, celana panjang, sarung tangan, serta sepatu. Perlengkapan ini berfungsi meminimalkan dampak cedera saat terjadi kecelakaan.

Kedua, Perhatikan kanan dan kiri saat di persimpangan. Pastikan area yang tidak terlihat benar-benar aman dari kendaraan atau objek lain. Kurangi kecepatan untuk mengantisipasi potensi bahaya yang muncul secara tiba-tiba.

Ketiga, Pertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan. Jaga jarak minimal 3 detik. Caranya, gunakan benda diam sebagai patokan. Saat kendaraan di depan sejajar dengan benda tersebut, mulai menghitung hingga 3 detik. Jika setelah hitungan tersebut Anda sejajar dengan benda yang sama, maka jarak sudah aman.

Keempat, Periksa kondisi sebelum mendahului. Pastikan lalu lintas di depan dan belakang aman, nyalakan lampu sein sebagai tanda, dan perhatikan kaca spion sebelum berpindah lajur.

Kelima, Patuhi rambu lalu lintas. Selalu lengkapi diri dengan SIM dan STNK serta patuhi rambu lalu lintas demi kenyamanan dan keselamatan bersama.

Selain pemaparan di atas, terdapat beberapa hal tambahan yang tidak kalah penting untuk diterapkan dalam berkendara sehari-hari.

Pengendara disarankan untuk selalu mengecek kondisi sepeda motor sebelum digunakan, mulai dari tekanan dan kondisi ban, fungsi rem, lampu utama, lampu sein, lampu rem, klakson, hingga pengaturan spion agar visibilitas tetap optimal.

Teknik pengereman juga perlu diperhatikan dengan baik, yakni dengan mengombinasikan penggunaan rem depan dan belakang secara bersamaan agar pengereman lebih efektif dan stabil.

Pengendara juga diimbau untuk meningkatkan sensitivitas terhadap potensi bahaya di jalan, dengan mengenali berbagai risiko yang mungkin muncul.

Sensitivitas ini dapat dilatih melalui penggunaan Simulator Honda Riding Trainer di jaringan dealer Honda, mengikuti pelatihan safety riding, maupun berbagi pengalaman berkendara.

Selain itu, kewaspadaan terhadap area blind spot perlu ditingkatkan dengan cara mengurangi kecepatan saat melewati area yang tertutup pandangan akibat objek besar.

Terakhir, pengendara diharapkan dapat mengontrol kecepatan kendaraan, karena semakin tinggi kecepatan, semakin terbatas informasi yang dapat ditangkap, sekaligus meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Christofer menegaskan bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam berkendara.

“Lebih baik perjalanan sedikit lebih lama karena kita menerapkan langkah-langkah preventif, daripada tidak pernah sampai tujuan sama sekali. Cari_Aman saat naik motor,” tutupnya.

Komitmen edukasi keselamatan berkendara ini juga ditegaskan oleh Duri Yanto selaku Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara Kepulauan Riau.

“Keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama. Melalui edukasi 5P+, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan sadar bahwa kebiasaan kecil yang benar dapat memberikan dampak besar dalam mencegah kecelakaan di jalan,” ujarnya.

Komentar