BATAM – Warga Kota Batam dikejutkan dengan beredarnya konten promosi Klinik Hildove Estetica yang diduga mengandung unsur pornografi. Video yang tersebar luas di media sosial tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat karena dinilai melanggar norma kesusilaan dan etika periklanan layanan kesehatan.
Narasi Sugestif di Media Sosial
Konten yang diunggah melalui akun kolaborasi @juniusmaitris, @shellyoct_, dan akun resmi @hildoveestetica tersebut secara eksplisit menyertakan keterangan “Konten 18+”. Video tersebut menampilkan adegan sugestif yang menyerupai interaksi intim untuk menarik perhatian pemirsa agar berkunjung ke klinik kecantikan tersebut.
Masyarakat menilai penggunaan narasi dan visual sensual dalam mempromosikan layanan kesehatan adalah tindakan yang tidak profesional dan mengeksploitasi sisi seksualitas demi kepentingan pemasaran.
Respon Tegas Dinas Kesehatan Kota Batam
Menanggapi keresahan warga, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, Sp.OG, menyatakan dengan tegas bahwa promosi kesehatan yang mengandung unsur pornografi tidak dapat ditoleransi.
”Promosi dengan unsur pornografi itu tidak layak. Hari ini juga tim kami akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujar dr. Didi saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026).
Beliau juga menambahkan bahwa masyarakat memiliki hak penuh untuk melaporkan dugaan pelanggaran ini kepada aparat penegak hukum jika terbukti melanggar ketentuan yang berlaku.
Tinjauan Hukum dan Etika
Secara hukum, materi iklan tersebut berpotensi bersinggungan dengan UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Berdasarkan aturan tersebut, sebuah konten iklan dianggap melanggar hukum apabila:
Menampilkan bagian tubuh sensual tanpa konteks medis yang jelas.
Menggunakan pose, ekspresi, atau narasi yang sengaja membangkitkan hasrat seksual.
Mengeksploitasi visual tubuh secara seksual dalam bahasa pemasaran.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Klinik Hildove Estetica yang beralamat di Ruko Mahkota Raya, Batam Centre, belum memberikan pernyataan resmi atau klarifikasi terkait polemik video tersebut.
Saat ini, warga mendesak instansi terkait dan pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas konten tersebut guna memastikan kepatuhan pelaku usaha terhadap hukum dan norma yang berlaku di Kota Batam.








Komentar