BATAM – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Savate Indonesia Kepulauan Riau menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga Savate di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut digelar selama dua hari di Batam yakni, 19-20 Juni 2026.
Meski baru terbentuk delapan bulan lalu, Pengurus Provinsi Savate Indonesia Kepri di bawah kepemimpinan Ketua Pengprov Savate Kepri, Vera Hoendrawati, telah berhasil membentuk kepengurusan di lima kabupaten/kota, yakni Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Lingga.
Kejurprov yang digelar sebagai ajang seleksi dan pembinaan atlet tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, mulai dari KONI Kepri hingga Pengurus Besar Savate Indonesia.
Ketua Pengprov Savate Indonesia Kepri, Vera Hoendrawati mengatakan keberhasilan organisasi berkembang dalam waktu singkat tidak terlepas dari kekompakan seluruh pengurus daerah, dukungan KONI Kepri, serta semangat para atlet yang terus berlatih dan berprestasi.
“Walaupun baru delapan bulan berdiri, kami memiliki tim yang solid dan saling mendukung. Dengan kebersamaan ini, kami optimistis Savate Kepri akan terus berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” ujar Vera.

Menurutnya, Kejurprov bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi langkah awal untuk mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan yang lebih besar, mulai dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pekan Olahraga Wilayah (Porwil), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), hingga kejuaraan internasional.
Vera juga mengungkapkan bahwa Savate Sumatera saat ini terus berkembang. Dari 10 provinsi di wilayah Sumatera, hampir seluruhnya telah memiliki kepengurusan dan diterima sebagai anggota KONI di daerah masing-masing.
“Kami berharap Kepri dapat menjadi tuan rumah Porwil Savate Sumatera. Dukungan dari seluruh pihak sangat kami harapkan agar cita-cita tersebut dapat terwujud,” katanya.
Dalam kesempatan itu, tak lupa Vera juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dan juga para sponsor diantaranya BTN dan Air Minum Cleo sehingga Kejurprov ini bisa terlaksana.
Sementara itu, Pengurus KONI Kepri, Syawaluddin, yang mewakili Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS yang berhalangam hadir memberikan apresiasi atas perkembangan pesat Savate di daerah tersebut.
Menurutnya, dalam waktu delapan bulan Savate Kepri telah menunjukkan kemajuan luar biasa, mulai dari pembentukan kepengurusan hingga penyelenggaraan Kejurprov pertama.
“Ini cabang olahraga yang baru bergabung dengan KONI Kepri pada 2026, tetapi perkembangannya sangat cepat. Bahkan sudah mampu mengirim atlet mengikuti kegiatan di luar negeri. KONI tentu akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi atlet Savate,” ujar Syawaluddin.

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa Savate akan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov Kepri yang direncanakan berlangsung di Tanjungpinang pada November mendatang.
“Kami berharap Savate dapat tampil di Porprov tahun ini dan terus berkembang hingga mampu berprestasi di Porwil maupun PON 2028,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Umum Savate Indonesia, Eko. Ia menilai perkembangan Savate Kepri merupakan salah satu yang tercepat di Indonesia dan menjadi contoh keberhasilan pembinaan olahraga baru di daerah.
Eko menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras Ketua Pengprov Savate Kepri, Vera, bersama seluruh jajaran pengurus dan dukungan KONI Kepri.
“Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung Savate Kepri. Tanpa kerja sama yang baik dan semangat perjuangan yang luar biasa, perkembangan seperti ini tentu tidak akan tercapai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eko menegaskan bahwa Kejurprov menjadi awal perjalanan atlet menuju level yang lebih tinggi. Atlet-atlet terbaik nantinya akan dipersiapkan menghadapi Kejurnas yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.
Dari Kejurnas tersebut, lanjutnya, akan dibentuk tim nasional yang diproyeksikan tampil pada berbagai kejuaraan internasional, termasuk World Combat Games yang akan digelar dengan Indonesia sebagai tuan rumah.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh atlet Kepri. Setelah Porprov dan Kejurnas, jalan menuju tim nasional terbuka lebar. Saya berharap ada atlet Savate Kepri yang mampu menembus tim nasional dan tampil di World Combat Games,” kata Eko.
Ia juga mengingatkan para atlet untuk terus berlatih dengan disiplin dan meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami tidak melihat asal daerah atlet, yang kami lihat adalah kemampuan dan prestasi. Jika mampu menunjukkan kualitas terbaik, kesempatan untuk membawa nama Kepri dan Indonesia ke pentas dunia terbuka sangat lebar,” tegasnya.
Melalui Kejurprov perdana ini, Savate Kepri menegaskan komitmennya untuk terus membangun prestasi olahraga bela diri di Bumi Segantang Lada sekaligus membuka jalan bagi atlet-atlet daerah untuk tampil dan bersaing di kancah internasional.














Komentar