Ketua APINDO Batam: Perayaan HUT Tua Di Sa Ya Pek Berpotensi Dongkrak Wisata Budaya

BATAM – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batam, Dr. Rafki Rasyid, S.E., M.M., menilai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Tua Di Sa Ya Pek yang digelar oleh Yayasan Batam Tri Suci Dharma telah berkembang menjadi salah satu agenda budaya yang mampu menarik minat wisatawan, termasuk dari mancanegara.

Menurut Rafki, setiap tahun perayaan tersebut selalu dipadati pengunjung, tidak hanya masyarakat Batam, tetapi juga wisatawan dari negara-negara tetangga yang sengaja datang untuk menyaksikan tradisi masyarakat Tionghoa yang telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Kota Batam.

“Perayaan HUT Tua Di Sa Ya Pek merupakan kegiatan yang sangat menarik bagi wisatawan mancanegara. Cukup banyak wisatawan dari negara tetangga yang hadir untuk menyaksikan tradisi yang sudah menjadi salah satu budaya masyarakat Tionghoa di Batam. Selain itu, pengunjung dari Batam sendiri juga sangat banyak,” ujar Dr. Rafky saat menghadiri hari pertama ulang tahun Tua Di Sa Ya Pek, Jum’at (31/7/2026) malam.

Ia menilai tradisi budaya seperti ini perlu terus dipertahankan dan dilaksanakan secara rutin karena tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Rafki menegaskan, Indonesia sebagai negara yang berlandaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan seluruh keberagaman budaya yang dimiliki.

“Melestarikan budaya di Indonesia yang terdiri dari berbagai macam tradisi merupakan kewajiban kita bersama. Setiap budaya yang ada harus dijaga agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia dan pengurus Yayasan Batam Tri Suci Dharma yang dinilai konsisten menyelenggarakan perayaan tersebut setiap tahun.

Menurutnya, semakin meriahnya pelaksanaan HUT Tua Di Sa Ya Pek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya menjadi bukti bahwa perayaan ini semakin diminati masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Keberhasilan panitia menghadirkan perayaan yang semakin meriah menunjukkan antusiasme masyarakat yang terus meningkat. Tradisi berkumpul seperti ini juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dan keharmonisan masyarakat Batam yang hidup dalam keberagaman,” tutup Rafki.

Komentar