Kinerja BPR dan BPRS di Kepri Tumbuh Akseleratif dengan Kualitas Aset yang Sehat

BATAM – Industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) di Provinsi Kepulauan Riau juga mencatatkan performa yang tumbuh akseleratif sepanjang tahun 2025.

Hal ini mengindikasikan semakin kuatnya peran BPR/BPRS dalam menjangkau sektor UMKM diwilayah ini.

Indikator kinerja utama menunjukkan pencapaian sebagai berikut, Pertumbuhan Aset yang Signifikan: Total aset BPR/BPRS tumbuh impresif sebesar 17,07% (yoy), menjadi Rp13,88 triliun per Desember 2025.

Laju pertumbuhan ini melampaui rata-rata pertumbuhan aset BPR/BPRS nasional yang tercatat sebesar 5,62%(yoy).

Kredit Sebagai Motor Penggerak Utama: Ekspansi aset didorong oleh penyaluran kredit/pembiayaan yang mencapai Rp10,78 triliun, atau tumbuh 14,67% (yoy).

Capaian ini jauh di atas pertumbuhan kredit BPR/BPRS nasional yang berada di level 5,62%, mencerminkan tingginya kepercayaan pelaku usaha lokal terhadap intermediasi BPR/BPRS.

Soliditas Penghimpunan DPK. Kepercayaan masyarakat tetap terjaga, tercermin dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 14,10% (yoy) menjadi Rp10,80 triliun.

Pertumbuhan ini menunjukkan daya saing BPR/BPRS di Kepulauan Riau yang sangat kompetitif dibandingkan rata-rata pertumbuhan nasional (5,64% yoy).

Optimalisasi Likuiditas: Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) BPR/BPRS di Kepulauan Riau terjaga pada level 99,77%. Posisi ini dinilai lebih konservatif dan terjaga dibandingkan dengan LDR nasional yang mencapai 104,56%, menunjukkan pengelolaan likuiditas yang lebih prudlen di tingkat regional.

Perbaikan Kualitas Kredit yang Terjaga: Rasio Non-Performing Loan (NPL) tercatat dilevel 5,12%, mengalami perbaikan (turun 0,66 pp) dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka ini secara signifikan jauh lebih rendah dan lebih sehat dibandingkan rata-rata NPL BPR/BPRS nasional yang berada di angka 12,44% pada periode yang sama.

Akselerasi Penetrasi Pasar Modal dan Resiliensi Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Di luar sektor perbankan, dinamika positif juga tercermin pada sektor Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Kepulauan Riau yang mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2025:

Lonjakan Aktivitas Pasar Modal: Sektor Pasar Modal mencatatkan pertumbuhan aktivitas yang luar biasa, didominasi oleh transaksi instrumen saham. Per Desember2025, akumulasi nilai transaksi saham (beli dan jual) mencapai Rp7,39 triliun, melonjak signifikan sebesar 255,87% (yoy).

Peningkatan hampir tiga kali lipat ini merefleksikan tingkat penetrasi pasar modal dan basis investor lokal yang semakin ekspansif di Kepulauan Riau.

Komentar