Kompolnas Nilai Program Insersi Materi Lalu Lintas di SMPN 6 Batam Layak Jadi Praktik Baik Nasional

BATAM — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengapresiasi program insersi materi lalu lintas ke dalam kurikulum pendidikan yang diterapkan di Kota Batam.

Program tersebut dinilai mampu memberikan pemahaman berlalu lintas kepada pelajar dengan cara yang relevan dan mudah diterima.

Apresiasi itu disampaikan tim Kompolnas saat melakukan visitasi dalam rangka penilaian Kompolnas Award di SMP Negeri 6 Batam, Kamis (20/8/2026).

Komisioner Kompolnas, Supardi Hamid, mengatakan kunjungan tersebut salah satunya bertujuan melihat secara langsung penerapan program unggulan Polda Kepulauan Riau dan jajaran terkait insersi materi lalu lintas ke dalam pembelajaran, khususnya mata pelajaran Pendidikan Pancasila.

Menurutnya, pelaksanaan program di SMP Negeri 6 Batam bahkan melampaui ekspektasi tim penilai.

“Kami ingin melihat praktiknya seperti apa dijalankan di sini, dan ternyata jauh melampaui apa yang kami ekspektasikan. Ini berjalan sangat baik dan tanggapan dari siswa juga sangat positif,” ujar Supardi usai kegiatan di Batam.

Ia juga mengapresiasi kemampuan para guru dalam menyampaikan materi lalu lintas meski bukan berasal dari bidang kepolisian maupun lalu lintas.

Menurut Supardi, guru mampu menyampaikan materi secara luwes sekaligus mengaitkannya dengan materi pelajaran yang sedang dibahas.

“Kami melihat mereka bukan orang lalu lintas, tetapi bisa menyampaikan dengan sangat tepat dan baik, serta mengkorelasikannya dengan materi ajar yang sedang dibahas pada hari itu,” katanya.

Program tersebut, lanjutnya, merupakan inovasi yang dikembangkan melalui kolaborasi Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri dan Polres Barelang. Pelaksanaannya tidak terbatas di SMP Negeri 6 Batam, tetapi memiliki ruang lingkup Kota Batam

“Sebetulnya ruang lingkupnya Kota Batam. Hanya saja spot yang bisa kami kunjungi hari ini karena keterbatasan waktu hanya di SMP 6,” jelasnya.

Supardi menilai inovasi tersebut berpotensi menjadi contoh yang dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia.

“Ini akan menjadi praktik baik yang akan kami bawa ke tingkat nasional. Mudah-mudahan bisa dikembangkan di banyak tempat, bukan hanya di Kota Batam, tetapi juga di bagian lain Indonesia,” ujarnya.

Dalam visitasi tersebut, tim Kompolnas terdiri dari empat orang, yakni tiga anggota tim juri dan satu pendamping. Selain Supardi Hamid, tim juga melibatkan Prof. Muradi dari kalangan akademisi serta Brigjen Pol AI Apriandi dari Inspektorat Pengawasan Umum Polri.

Rangkaian kegiatan Kompolnas Award dimulai dari Polda Kepri dan dilanjutkan dengan agenda kunjungan ke Kabupaten Karimun.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan menyambut positif program tersebut. Ia mengatakan pihaknya mendukung penuh inovasi yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi pelajar.

“Kami sangat senang dan sangat mendukung karena memang ini merupakan program yang sangat baik dan bermanfaat bagi anak-anak terkait dengan pemahaman berlalu lintas di Kota Batam,” katanya.

Ia menjelaskan, implementasi program tersebut telah dikoordinasikan dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila. Materi lalu lintas kemudian diinsersikan ke dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan dukungan silabus dan perangkat pembelajaran yang telah disiapkan.

Dengan adanya program tersebut, edukasi keselamatan berlalu lintas diharapkan tidak hanya diberikan secara konvensional, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari sehingga pemahaman siswa dapat terbentuk sejak dini.

Komentar