BATAM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepulauan Riau memastikan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri 2026 terus berjalan sesuai tahapan.
Seluruh agenda teknis, mulai dari verifikasi cabang olahraga, kesiapan venue, hingga validasi atlet peserta, ditargetkan rampung sebelum pembukaan Porprov pada 1 November 2026.
Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke seluruh venue pertandingan bersama KONI kabupaten/kota dan perwakilan dari 32 cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
“Hasil peninjauan menunjukkan ada beberapa venue yang hanya memerlukan perbaikan, sementara sebagian lainnya harus direnovasi. Namun kami optimistis seluruh fasilitas sudah siap digunakan pada September hingga Oktober nanti,” kata Usep.
Ia menjelaskan, tahapan administrasi pertandingan juga mulai memasuki proses penting. Mulai 1 Agustus akan digelar Chef de Mission (CDM) Meeting pertama untuk mengesahkan nomor-nomor pertandingan dari seluruh cabang olahraga.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, proses administrasi kali ini menggunakan sistem berbasis teknologi informasi.
“Seluruh proses dilakukan secara online. Tidak lagi manual. Karena itu setiap KONI kabupaten/kota wajib menyiapkan dua orang operator IT untuk melakukan penginputan data,” ujarnya.
Selanjutnya, pada CDM kedua yang dijadwalkan akhir Agustus, akan dilakukan pengesahan entry by name atau validasi nama atlet yang dikirim masing-masing kabupaten/kota.
Setelah data diverifikasi, KONI Kepri membuka masa sanggah selama dua pekan guna memberikan kesempatan kepada daerah peserta apabila terdapat keberatan terkait status atlet, termasuk dugaan atlet berasal dari daerah lain atau tidak memenuhi persyaratan.
“Setelah masa sanggah selesai, pada Oktober akan dilakukan pengesahan final daftar atlet yang berhak bertanding sesuai regulasi,” jelasnya.
Selain aspek administrasi, Usep mengakui masih terdapat sejumlah venue yang membutuhkan pembenahan, di antaranya Lapangan Sepak Bola Sulaiman Abdullah, fasilitas bola voli, hingga lintasan atletik di kawasan Stadion Dompak.
Meski demikian, ia memastikan seluruh arena pertandingan ditargetkan siap sebelum pelaksanaan Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada 1–8 November 2026.
Menurut Usep, Porprov bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi proses seleksi atlet terbaik Kepri untuk menghadapi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil), Pra-PON 2027, hingga PON 2028.
“Atlet-atlet yang meraih medali emas di Porprov akan menjadi prioritas untuk diseleksi memperkuat Kepri pada Porwil dan Pra-PON sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028,” katanya.
Di sisi lain, Usep mengakui pelaksanaan Porprov tahun ini menghadapi tantangan besar dari sisi pendanaan.
Ia mengungkapkan kebutuhan ideal penyelenggaraan Porprov mencapai sekitar Rp12 miliar, namun anggaran yang dialokasikan khusus untuk pelaksanaan hanya sekitar Rp3,5 miliar.
“Anggaran memang sangat terbatas. Namun seluruh 32 cabang olahraga sudah menyatakan komitmennya untuk tetap melaksanakan Porprov tanpa mengurangi kualitas pertandingan,” ujarnya.
Selain anggaran penyelenggaraan, KONI Kepri juga harus membiayai operasional organisasi, pelaksanaan Musyawarah Provinsi, keikutsertaan pada kejuaraan nasional, hingga program pembinaan atlet.
Usep menyebut anggaran rutin KONI Kepri sekitar Rp5,2 miliar, yang juga digunakan untuk memberikan uang pembinaan kepada atlet peraih medali PON dan para pelatih.
“Program pembinaan ini penting agar atlet-atlet berprestasi tetap bertahan membela Kepri dan tidak berpindah ke provinsi lain,” pungkasnya.











Komentar