BATAM – Prajurit KRI Halasan-630 melaksanakan Latihan Peran Tempur Bahaya Udara sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan unsur kapal perang dalam menghadapi potensi ancaman dari udara di wilayah perairan operasi.
Latihan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dan respons prajurit dalam melaksanakan prosedur peran tempur secara cepat, tepat, serta terkoordinasi antarbagian di kapal.
Kegiatan latihan dilaksanakan secara terencana dengan melibatkan seluruh prajurit sesuai dengan pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam struktur peran tempur.
Melalui skenario latihan yang disimulasikan, para prajurit dituntut mampu merespons setiap indikasi ancaman udara secara sigap, mulai dari deteksi, penyampaian informasi, hingga pelaksanaan prosedur penanggulangan ancaman.
Latihan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan KRI Halasan-630 Letkol Laut (P) Dwi Danang Suharnowo.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kesiapan tempur setiap prajurit sebagai faktor utama dalam menjaga keselamatan kapal serta keberhasilan pelaksanaan tugas operasi di laut.
Menurutnya, latihan peran tempur merupakan sarana penting untuk membangun profesionalisme, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat koordinasi antarpos tempur di kapal perang.
Dengan latihan yang dilakukan secara rutin dan disiplin, prajurit diharapkan mampu bertindak cepat dan tepat dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman yang muncul secara tiba-tiba.
Pelaksanaan latihan ini juga sejalan dengan penekanan Pangkoarmada I agar setiap unsur KRI senantiasa berada dalam kondisi siap operasional dan siap tempur.
Hal tersebut mengingat dinamika perkembangan situasi keamanan maritim dan geopolitik yang terus berkembang, sehingga menuntut setiap prajurit TNI Angkatan Laut untuk selalu profesional, sigap, dan siap melaksanakan tugas menjaga kedaulatan negara di laut.














Komentar