TANJUNGPINANG — Momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Kementerian Agama Kota Tanjungpinang untuk memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial melalui kegiatan Buka Puasa Bersama yang digelar di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang, Kamis (05/03/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting di lingkungan Kemenag dan lembaga keagamaan di Kepulauan Riau. Hadir di antaranya Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Tanjungpinang Ali Busro, Kasi Bimas Islam Fajri Mubarak, Kasi Pendidikan Islam Zahid, para Pengawas Madrasah.
Hadir juga, Kepala Cabang Laznas Yakesma Kepri Ilham Haryoko, Ketua Baznas Kota Tanjungpinang Akhmad Khusairi, Kepala MAN Tanjungpinang Ulfah Ismiati, Plt Kepala MTsN Meli Deswita, Kepala MIN Tanjungpinang Suriyati, para Kepala KUA se-Kota Tanjungpinang, serta seluruh ASN Kemenag Tanjungpinang dan Ketua Dharma Wanita Persatuan beserta jajaran pengurus.
Sebelum rangkaian acara dimulai, kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an sebagai bentuk spiritualitas Ramadan. Suasana religius semakin terasa ketika Penyuluh Agama Islam KUA Tanjungpinang Barat, Juniarianti, melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Sementara jalannya acara dipandu oleh Yogi Aprison, ASN PPPK yang bertugas di KUA Kecamatan Tanjungpinang Timur.
Momentum kebersamaan ini juga dimanfaatkan untuk menebar kepedulian sosial. Sebanyak 16 paket sembako diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan serta santunan kepada 17 anak yatim dan kaum duafa, hasil kolaborasi Kemenag Kota Tanjungpinang bersama Baznas Kota Tanjungpinang.
Tak hanya itu, suasana haru turut mewarnai kegiatan saat dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Purna Bakti kepada Muqtafin, ASN PPPK yang bertugas di KUA Kecamatan Tanjungpinang Timur, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian kepada negara.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas berbagai capaian yang telah diraih jajaran Kemenag dalam beberapa tahun terakhir.
“Alhamdulillah, sepanjang 2024 hingga 2025 kita telah meraih berbagai prestasi, baik di tingkat kota, provinsi maupun nasional. Harapan kita di tahun 2026 prestasi itu semakin meningkat dan semakin membanggakan,” ujarnya di hadapan para pejabat dan tamu undangan.
Erizal juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas madrasah agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat di tengah banyaknya alternatif lembaga pendidikan yang bermunculan.
“Masyarakat sekarang punya banyak pilihan. Karena itu madrasah harus memiliki keunggulan yang membuat orang tua tetap bangga menjadikan madrasah sebagai tempat pendidikan anak-anak mereka,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Erizal juga menyampaikan apresiasi dan rasa haru atas purna bakti Muqtafin yang dinilainya sebagai sosok pengabdian yang inspiratif.
“Pak Kiai Muqtafin ini sosok yang pengabdiannya luar biasa. Selain sebagai ASN PPPK, beliau juga aktif di masyarakat, bahkan kini menjadi bagian dari Badan Wakaf Indonesia Provinsi Kepri serta pernah menjadi komisioner Baznas. Sosok seperti beliau sangat kita butuhkan,” katanya.
Ia pun mengingatkan bahwa masa purna bakti adalah siklus yang akan dialami setiap ASN.
“Pada akhirnya kita semua hanya menunggu giliran. Yang terpenting adalah bagaimana selama mengabdi kita memberi manfaat bagi masyarakat dan agama,” tambahnya.
Menjelang waktu berbuka puasa, tausiah disampaikan oleh Ustaz Muhammad Kiflaini, ASN PPPK yang bertugas di KUA Kecamatan Tanjungpinang Kota. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa iman adalah sesuatu yang abstrak, namun dapat diterjemahkan melalui amal ibadah.
“Iman itu ada di dalam hati dan tidak bisa dilihat, tetapi Islam menerjemahkannya melalui amal. Jika ingin melihat orang beriman, lihatlah salatnya, puasanya, zakatnya dan amal ibadah lainnya,” ungkapnya.
Dalam tausiahnya, Ustaz Kiflaini menyampaikan enam pilar penting dalam kehidupan seorang mukmin, yakni salat, salawat, sedekah, puasa, silaturahmi, dan kesabaran.
Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an sekadar seremonial semata.
“Yang terpenting bukan hanya memperingati Nuzulul Qur’an, tetapi bagaimana kita menjadi orang yang terus membaca dan mengamalkan Al-Qur’an,” pesannya.
Usai tausiah, Ustaz Kiflaini memimpin doa bersama. Tak lama kemudian, beduk Maghrib pun berkumandang, menandai waktu berbuka puasa yang disambut penuh kebersamaan.
Acara ini menjadi simbol bahwa Ramadan bukan sekadar ibadah personal, tetapi juga ruang memperkuat solidaritas, menebar kepedulian sosial, dan mempererat ukhuwah di lingkungan Kementerian Agama Kota Tanjungpinang.








Komentar