BATAM – Antusiasme masyarakat mengikuti aksi donor darah yang digelar Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera (PHIS) Kota Batam bersama Yayasan Hakka Batam, berkolaborasi dengan Perkumpulan Marga Yap Kota Batam dan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Batam, berlangsung luar biasa.
Hingga pendaftaran ditutup, tercatat sebanyak 650 orang telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial yang berlangsung di Main Atrium Section C K Square Batam, Minggu (1/11/2026) tersebut.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB itu bahkan sudah dipadati masyarakat sejak pukul 09.00 WIB. Sebelum tim PMI tiba di lokasi, calon pendonor sudah terlihat mengantre untuk mendaftarkan diri.
Ketua Panitia Pelaksana, Song Jun atau yang akrab disapa Akim, mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat kali ini begitu tinggi. Jumlah pendaftar bahkan jauh melampaui perkiraan awal panitia.

“Kemarin kita perhitungkan targetnya 400 kantong darah. Tetapi sekarang pendaftaran sudah lebih dari 650 orang. Mudah-mudahan bisa mencapai sekitar 500 kantong darah,” ujarnya.
Meski demikian, Akim menjelaskan bahwa jumlah pendaftar tidak serta-merta bisa dikonversi menjadi jumlah kantong darah yang terkumpul. Sebab, proses donor sangat bergantung pada kapasitas pelayanan, jumlah petugas PMI, serta ketersediaan fasilitas pendukung.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan 24 tempat tidur bagi pendonor. Sementara itu, seluruh tahapan pemeriksaan dan pelayanan harus dilakukan sesuai prosedur kesehatan.
Menurutnya, tidak semua peserta yang mendaftar dapat dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darah setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.
“PMI punya keterbatasan, baik jumlah petugas maupun tempat tidur untuk donor. Jadi tidak mungkin kita memaksakan sampai 600 orang, karena semuanya harus melalui tahapan pemeriksaan dan pelayanan sesuai prosedur,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dalam kegiatan donor darah sebelumnya, jumlah kantong darah yang berhasil dikumpulkan biasanya berkisar 300 hingga 400 kantong. Bahkan, pada pelaksanaan terakhir, hasilnya mencapai lebih dari 430 kantong darah.
Akim menambahkan, kapasitas pelayanan sebenarnya dapat ditingkatkan apabila fasilitas dan jumlah petugas PMI juga ditambah. Namun, penambahan tempat tidur saja tidak cukup apabila tidak diimbangi tenaga yang menangani pendaftaran, pemeriksaan hemoglobin (Hb), serta proses donor darah.
“Kalau tempat tidurnya ditambah menjadi 30 unit, tentu kapasitasnya bisa meningkat. Tetapi kalau petugasnya terbatas, tetap tidak akan terkejar. Kita juga tidak ingin masyarakat menunggu terlalu lama,” katanya.
Tingginya jumlah pendaftar membuat panitia harus mempertimbangkan waktu pelayanan agar masyarakat tidak terlalu lama mengantre.
Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian para pendonor, panitia menyediakan paket sembako berupa beras lima kilogram, minyak goreng satu kilogram, gula, serta makanan ringan
Konsisten Gelar Kegiatan Sosial Tiga Kali Setahun
Ketua Umum HAKKA Batam, Hok Sin mengatakan, kegiatan sosial ini merupakan agenda rutin tahunan dari Yayasan HAKKA Batam untuk membantu PMI Batam dalam memenuhi ketersediaan stok darah
Dijelaskannya, program donor darah Hakka Batam ini rutin digelar tiga kali dalam setahun. Dan, kegiatan ini sudah digelar selama 12 tahun atau dua periode masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum HAKKA Batam
“Aksi donor darah merupakan salah satu program sosial rutin PHIS Kota Batam yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun,” ucap Hok Sin disela kegiatan berlangsung.
Selain donor darah, organisasi tersebut juga memiliki sejumlah agenda sosial dalam momentum perayaan Imlek, Idulfitri, dan Natal. Kegiatan itu diwujudkan melalui pembagian makanan dan bantuan kepada masyarakat.
Tidak hanya menjalankan program internal, PHIS Kota Batam juga membuka kesempatan untuk membantu yayasan maupun kelompok masyarakat lain yang membutuhkan dukungan kemanusiaan.
“Program sosial ini memang sudah menjadi agenda kami. Kalau ada yayasan yang membutuhkan bantuan, kami pelajari dan lihat kebutuhannya. Kalau memang bisa dibantu, tentu akan kami bantu,” ungkapnya.

Ia memastikan berbagai program sosial tersebut akan terus dilaksanakan pada tahun mendatang. Namun, khusus kegiatan donor darah, pihaknya tetap mempertimbangkan jadwal agar tidak berbenturan dengan agenda organisasi, perkumpulan marga, maupun yayasan lainnya di Batam
K Square Jadi Pilihan Lokasi Strategi
Pemilihan K Square sebagai lokasi kegiatan juga bukan tanpa alasan. Hok Sin menilai tempat tersebut memiliki posisi strategis dan relatif mudah dijangkau masyarakat dari berbagai kawasan di Batam, mulai dari Batuaji, Batam Center hingga Nagoya.
Selain aksesibilitas, kenyamanan lokasi juga menjadi pertimbangan penting. Area yang sejuk dan representatif dinilai membuat masyarakat lebih nyaman meskipun harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan giliran donor.
Kegiatan kali ini merupakan pelaksanaan kedua yang digelar di lokasi tersebut. Hok Sin berharap K Square dapat kembali menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan serupa pada kesempatan mendatang.
“Kami mencari tempat yang nyaman, mudah dijangkau, tidak panas, dan masyarakat juga bisa menunggu dengan nyaman. Karena kegiatan ini tidak setiap hari, hanya tiga kali setahun, jadi lokasi harus benar-benar dipertimbangkan,” ujarnya.
Marga Yap Dorong Kolaborasi Kegiatan Sosial
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Marga Yap Kota Batam, Yap Hau, didampingi Ketua Harian Dr. Andihar, S.H., M.H., serta Dewan Pembina Atak Yap, menyambut positif kolaborasi kegiatan donor darah tersebut.
Menurutnya, kerja sama dengan PHIS dan Yayasan Hakka Batam menjadi kesempatan baik untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan pengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan sosial.
Ia menilai kolaborasi antar organisasi kemasyarakatan perlu terus dibangun karena memiliki tujuan yang sama, yakni membantu masyarakat yang membutuhkan.

Yap Hau berharap kegiatan serupa ke depan dapat diselenggarakan lebih besar dengan partisipasi masyarakat yang semakin luas. Meski demikian, untuk saat ini, kerja sama dengan organisasi lain dinilai masih menjadi pilihan yang tepat.
“Ke depan tentu kita berharap bisa membuat kegiatan yang lebih ramai lagi. Namun, kalau memang lebih baik dilaksanakan bersama, kenapa tidak? Tujuan kita sama, yaitu saling mendukung dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Apalagi kami juga masih perlu banyak belajar dan menambah pengalaman,” ujarnya.
Senada, Ketua Harian Dr. Andihar, S.H., M.H, menambahkan Perkumpulan Marga Yap terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai organisasi maupun yayasan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Menurutnya, melalui semangat kebersamaan, setiap organisasi dapat saling belajar, memperkuat jaringan sosial, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Batam.
Tingginya antusiasme hingga 650 orang mendaftar dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kepedulian dan gotong royong masyarakat Batam masih sangat kuat.
Lebih dari sekadar donor darah, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang mempererat persaudaraan dan membangun kepedulian lintas organisasi.














Komentar