BATAM – PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam memaparkan kronologi gangguan pasokan listrik yang meluas di sistem kelistrikan Batam-Bintan pada 12 Oktober 2026 yang lalu.
Pemaparan tersebut disampaikan langsung oleh jajaran Direksi PLN Batam dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Aula Lantai 5 Kantor PLN Batam, Minggu (18/10/2026).
Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, menjelaskan gangguan mulai terdeteksi sekitar pukul 06.28 WIB. Setelah kejadian tersebut, tim teknis langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi sistem untuk mengidentifikasi sumber gangguan sekaligus menentukan langkah penanganan.
Ia menjelaskan, proses pemulihan pasokan listrik tidak dapat dilakukan secara serentak. Penyaluran daya harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan jaringan, kapasitas sistem, serta kondisi peralatan pendukung.
Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kestabilan sistem dan mencegah terjadinya gangguan susulan yang dapat berdampak lebih luas terhadap pasokan listrik pelanggan.
Dalam pemaparannya, Kwin Fo juga menyoroti pentingnya sistem proteksi pada peralatan kelistrikan.
Sistem tersebut berfungsi mengamankan jaringan ketika terjadi kondisi tidak normal, termasuk gangguan yang berpotensi merusak peralatan maupun menghambat penyaluran listrik.
Setelah pemeriksaan dan pengamanan dilakukan, tim teknis melanjutkan proses pemulihan dengan menyesuaikan kemampuan sistem serta kondisi jaringan yang tersedia.
Pemulihan Pasokan Dilakukan Bertahap
Proses normalisasi pasokan listrik dilakukan melalui sejumlah tahapan. Pengelola sistem harus memperhitungkan keseimbangan antara daya yang tersedia dan kebutuhan beban pelanggan agar sistem dapat kembali beroperasi secara stabil.
Pengujian dan pengoperasian kembali sejumlah bagian jaringan juga dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan peralatan serta kemampuan sistem dalam menerima beban listrik.
PLN Batam menekankan bahwa penanganan gangguan membutuhkan koordinasi teknis dan pemantauan berkelanjutan. Setiap tahapan pemulihan harus disesuaikan dengan kondisi aktual jaringan untuk menghindari munculnya gangguan baru.
Selama proses normalisasi berlangsung, sejumlah pelanggan masih merasakan dampak gangguan. Karena itu, upaya pemulihan dilanjutkan melalui evaluasi kondisi sistem dan penyesuaian penyaluran daya.
Keandalan Infrastruktur Menjadi Sorotan
Gangguan listrik Batam-Bintan tersebut kembali menyoroti pentingnya keandalan infrastruktur kelistrikan, kesiapan peralatan cadangan, serta efektivitas sistem proteksi dalam menghadapi gangguan.
Proses pemulihan juga perlu didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis dan mempertimbangkan keselamatan serta kestabilan sistem, bukan sekadar mempercepat penyalaan kembali pasokan listrik.
Dengan langkah tersebut, pemulihan diharapkan tidak hanya mengembalikan pasokan listrik kepada pelanggan, tetapi juga memastikan sistem dapat beroperasi secara aman dan berkelanjutan.
Adapun penyebab pasti gangguan, jumlah pelanggan terdampak, serta durasi pemulihan secara keseluruhan perlu diperjelas melalui data teknis dan keterangan resmi PLN Batam.













Komentar