BATAM – Kontingen Wushu Kota Batam menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau 2026 yang dilaksanakan di Kota Tanjungpinang.
Berangkat dengan target dua medali emas, para atlet justru mampu melampaui ekspektasi dengan membukukan tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Dari lima atlet yang diturunkan, tiga di antaranya sukses menyumbangkan medali emas setelah mengalahkan lawan masing-masing di partai final. Ketiga atlet tersebut yakni Marsela Ristatia Loban, Randa Suleman Pasaribu, dan Nando Pratama Sitanggang.

Tambahan tiga emas tersebut mengantarkan Wushu Batam meraih predikat juara umum cabang olahraga (cabor) Wushu pada Porprov Kepri.
Ketua Pengkot Wushu Indonesia Batam, Tan A Tie, mengaku bangga atas perjuangan dan pencapaian yang ditorehkan oleh para atlet.
Menurutnya, hasil tersebut menjadi bukti bahwa persiapan yang relatif singkat tidak menghalangi atlet untuk tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Kota Batam.
Pasalnya, para atlet hanya menjalani persiapan intensif sekitar satu setengah bulan sebelum turun bertanding.
“Awalnya target kita hanya dua emas. Alhamdulillah, ternyata bisa meraih tiga emas. Dari lima atlet yang berangkat, tiga berhasil membawa pulang medali emas. Artinya, target yang ditetapkan KONI dan pengurus sudah tercapai,” ujarnya

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh atlet yang telah berjuang membawa nama Kota Batam.
Menurutnya, kekompakan, semangat, dan kesungguhan menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan di arena Porprov.
Apresiasi juga diberikan kepada jajaran pelatih, pengurus, manajer, dan ofisial yang telah mendampingi para atlet selama mengikuti pertandingan.
Secara khusus, ia mengapresiasi peran Wakil Ketua Pengkot Wushu Batam, Rikardo serta Rio selaku pelatih yang telah mempersiapkan dan mendampingi atlet.
Begitu pula kepada Tika selaku Manager Tim Wushu Kota Batam yang bertugas memantau kondisi serta menjaga kesehatan para atlet selama berada di lokasi pertandingan.
“Semua punya peran. Saya berterima kasih kepada pelatih, manajer, dan ofisial yang sudah bekerja keras mendampingi anak-anak. Ini keberhasilan bersama,” katanya.

Meski sukses mencatatkan hasil positif di Porprov, Wushu Batam tidak ingin berhenti sampai di situ. Pengurus telah menyiapkan target berikutnya dengan membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk mengikuti seleksi Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Selain itu, Wushu Batam juga membidik kesempatan mengirimkan satu hingga dua atlet terbaik untuk mengikuti tahapan seleksi menuju Pra-PON.
“Mudah-mudahan ada satu atau dua atlet kita yang bisa lolos seleksi dan mewakili Batam ke Kejurnas. Begitu juga untuk Pra-PON, kita berharap ada atlet dari Kota Batam yang bisa ikut. Ini menjadi target kita berikutnya,” harapnya.
Sementara itu, Ofisial sekaligus pelatih Wushu Kota Batam, Rikardo Zendrato, mengungkapkan rasa puas dan bangganya atas pencapaian para atlet yang mampu melampaui target awal.
Menurutnya, prestasi tersebut juga menjadi momentum positif bagi kepengurusan Wushu Kota Batam di bawah kepemimpinan Tan A Tie yang kembali terpilih sebagai ketua.
Ia menilai, keberhasilan meraih lima medali menjadi sinyal positif bagi Wushu Batam untuk kembali menunjukkan eksistensinya melalui prestasi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Sebagai pengurus dan ofisial, kami merasa bangga dan puas dengan hasil yang dicapai saat ini. Dari target dua emas, ternyata atlet kita mampu meraih tiga emas, satu perak, dan satu perunggu,” ujarnya.
Rikardo menjelaskan, selama pertandingan para atlet diberikan keleluasaan untuk tampil tanpa dibebani target berlebihan. Pengurus dan tim pelatih lebih menekankan pentingnya perjuangan, keberanian, serta kemampuan menunjukkan hasil latihan di arena pertandingan.
“Kami tidak ingin atlet terbebani dengan hasil. Yang terpenting mereka sudah berjuang dan berlatih. Kami selalu mengingatkan agar mereka menunjukkan hasil latihannya di arena. Apa pun hasilnya, yang penting sudah berusaha maksimal,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap keberhasilan di Porprov Kepri tidak menjadi akhir perjalanan para atlet Wushu Batam. Sebaliknya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan melalui pembinaan dan kompetisi yang lebih tinggi.

Ia berharap Pengurus Provinsi Wushu Indonesia Kepulauan Riau maupun Pengurus Besar Wushu Indonesia dapat memberikan kesempatan kepada atlet-atlet berprestasi asal Batam untuk melangkah ke jenjang berikutnya.
“Harapan kami, atlet-atlet Batam jangan sampai berhenti sampai di sini. Mudah-mudahan ada jenjang berikutnya yang bisa dipersiapkan oleh pengurus provinsi maupun Pengurus Besar, sehingga mereka bisa maju ke level yang lebih tinggi,” tutupnya.
Dengan raihan tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu, Wushu Batam berhasil melampaui target awal sekaligus membawa pulang hasil membanggakan dari Porprov Kepri.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi pembinaan atlet Wushu Batam untuk mencetak prestasi lebih besar dan membuka jalan menuju persaingan di tingkat nasional.












Komentar