Rayakan Anniversary Kedua, Taman Opa Oma Batam Ajak Lansia Tetap Sehat, Aktif dan Bahagia

BATAM – Memasuki usia dua tahun, Taman Opa Oma Batam di bawah naungan Yayasan Yeho Tau Kasih Batam terus menunjukkan komitmennya menghadirkan ruang bagi para lanjut usia (lansia) untuk tetap aktif, sehat dan menjalani masa tua dengan penuh sukacita.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui perayaan second anniversary Taman Opa Oma yang dirangkai dengan kegiatan Qigong and Tai Chi Competition di Lapangan Futsal Aku Tahu Center, Minggu (6/9/2026).

Kompetisi tersebut diikuti peserta dari berbagai kelompok usia. Namun, mayoritas peserta merupakan para opa dan oma yang tetap bersemangat mengikuti setiap gerakan meski usia mereka tidak lagi muda.

Ada empat kategori yang dipertandingkan, yakni Senam Refleksi Tepuk Nadi, Senam Ba Dua Jin (Qigong), Yang Shi Taiji 8, serta Yang Shi Taiji 16.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan tiga dewan juri yang memiliki sertifikasi nasional. Mereka yakni Ketua Dewan Juri Laose Ellen, Dewan Juri 1 Laose Nina dan Dewan Juri 2 Laose Jeni Lee.

Pendiri Yayasan Yeho Tau Kasih Batam, Suhaida, mengatakan perayaan ulang tahun Taman Opa Oma bukan sekadar seremoni. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus mengajak para lansia tetap aktif menjaga kesehatan dan menikmati kehidupan.

Menurutnya, olahraga seperti tai chi dapat menjadi sarana bagi para opa dan oma untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun suasana hati yang lebih positif.

“Menang atau kalah itu hal biasa. Makna yang penting dari kegiatan ini adalah kita menjadi lebih sehat, lebih bahagia dan lebih sukacita,” ujar Suhaida.

Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan perlombaan sebagai sesuatu yang menegangkan. Sebaliknya, setiap gerakan harus dinikmati sebagai bagian dari aktivitas bersama.

“Jangan merasa tegang, tetapi nikmati setiap gerakan senam tai chi ini dalam suatu perlombaan,” pesannya.

Suhaida menilai, aktivitas olahraga juga dapat menjadi ruang bagi para lansia untuk melepaskan beban pikiran dan tidak menghadapi persoalan seorang diri.

“Kalau ada masalah, jangan disimpan di hati. Datang saja, kita main tai chi, kita hilangkan semua masalah,” katanya.

Pesan tersebut disampaikan dengan penuh keceriaan. Para opa dan oma diajak untuk terus tersenyum dan menjalani hari-hari dengan penuh semangat.

“Yang tua akan jadi lebih muda lagi. Tiap hari harus senyum,” ujarnya.

Siapkan Fashion Show untuk Oma 60 Tahun ke Atas

Semangat menghadirkan kegiatan bagi lansia juga tidak berhenti pada kompetisi tai chi. Yayasan Yeho Tau Kasih telah menyiapkan kegiatan fashion show khusus opa dan oma yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Desember mendatang.

Kegiatan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi oma-oma berusia 60 tahun ke atas. Sementara peserta yang berusia di bawah 60 tahun akan dilibatkan sebagai panitia dan membantu mempersiapkan para peserta lansia.

Para peserta nantinya akan dibagi dalam kelompok, kemudian didandani dan dihias untuk tampil dalam fashion show dengan konsep ceria dan menghibur.

“Yang oma-oma 60 tahun ke atas. Yang di bawah 60 tahun tunggu dulu, yang muda jadi panitia saja,” ujar Suhaida yang disambut antusias.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat memperkuat peran Taman Opa Oma sebagai ruang bagi lansia untuk bersosialisasi, berolahraga dan menikmati kehidupan tanpa dibatasi usia.

“Semoga Yayasan Yeho Tau Kasih semakin maju dan mampu memberikan manfaat, terutama bagi opa oma, juga bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Usia Bukan Penghalang untuk Tetap Aktif

Di lokasi yang sama, Ketua Panitia Pelaksana Suyatmi Hadi Sutarno, S.Pd., M.M., mengatakan seluruh kategori kompetisi dirancang agar dapat diikuti masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Namun, antusiasme peserta lansia pada pelaksanaan kali ini menjadi perhatian tersendiri.

“Semua cabang olahraga yang kita pertandingkan hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Walaupun usia para peserta sudah cukup lanjut, mereka tetap bersemangat dan disiplin berlatih karena ingin mencapai kesehatan yang lebih prima,” ujarnya.

Menurutnya, semangat tersebut menjadi bukti bahwa usia bukan alasan untuk berhenti bergerak.

Perayaan anniversary kedua Taman Opa Oma sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi dan melanjutkan berbagai kegiatan positif yang telah dilakukan selama dua tahun terakhir.

Ia mengapresiasi Ibu Ida selaku penyelenggara sekaligus pengelola Taman Opa Oma yang dinilai konsisten menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selamat untuk Taman Opa Oma yang sudah memasuki tahun kedua. Selama tahun pertama hingga sekarang, berbagai aktivitas telah dilakukan dengan tujuan memberikan manfaat kepada masyarakat banyak,” katanya.

Ke depan, Taman Opa Oma diharapkan terus berkembang dan memperluas manfaatnya, khususnya bagi para opa dan oma serta masyarakat di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

“Harapan kita semua, Taman Opa Oma ke depannya semakin sukses, semakin maju dan semakin banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya maupun masyarakat luas, khususnya di Batam dan Kepri,” pungkasnya.

Daftar Pemenang

Berikut daftar pemenang Qigong and Tai Chi Competition dalam rangka anniversary kedua Taman Opa Oma:

1. Senam Refleksi Tepuk Nadi

Juara I: Meiliana

Juara II: Lenawati

Juara III: Lastin

Juara Harapan I: Lim Kui Hue

Juara Favorit: Ibu Unara

2. Senam Ba Dua Jin

Juara I: Lastin

Juara II: Yi Zhen

Juara III: Meliana

Juara Harapan I: Maryana

Juara Favorit: Ceng Moi

3. Senam Yang Shi Taiji 8

Juara I: Lim Kui Hue

Juara II: Asia

Juara III: Ceng Moi

Juara Harapan I: Lastin

Juara Favorit: Kadardiah

4. Senam Yang Shi Taiji 16

Juara I: Fredy Erfiano Ginting

Juara II: Lim Kui Hue

Juara III: Neliana

Juara Harapan I: Mardiana

Juara Favorit: Antoni Budi Mulia

Perayaan dua tahun Taman Opa Oma pun menjadi pengingat bahwa masa lanjut usia bukan akhir dari aktivitas. Dengan olahraga, kebersamaan dan semangat positif, para opa dan oma tetap dapat menikmati hari tua secara sehat, aktif dan bahagia.

Komentar