BATAM –Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam dari Partai Gerindra, Ahmad Surya S.H melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan Ke II Tahun 2026. Reses tersebut dilaksanakan di Fasum RW 09, Perumahan Bida Asri 1 Batam Center pada, Rabu (2/4/2026) malam.
Tampak hadir dalam kegiatan itu, Anggota DPRD Kota Batam, Ahmad Surya, Kasi Trantib Kelurahan Belian, Ketua RW 09 Perumaham Bida Asri 1, Syamsul Hidayat, Ketua RT 03, Raja Azrin beserta jajaran pengurus serta warga RW 09 Perumahan Bida Asri 1 Batam Center Kota Batam.
Anggota DPRD Kota Batam, Ahmad Surya mengatakan, masa reses merupakan masa penting yang sejatinya secara fungsional sebagai media menjaring aspirasi masyarakat. Dan, diwajibkan untuk menyerap aspirasi yang ada di masyarakat, apa saja yang menjadi permintaan masyarakat harus diperjuangkan.
“Reses ini merupakan kewajiban bagi anggota DPRD. Anggota Dewan wajib turun ke Dapilnya untuk bertemu konstituen, menjaring informasi, menghimpun seluruhnya untuk kemudian diperjuangkan di parlemen,” ujar Ahmad Surya mengawali sambutannya.
Lebih lanjut Surya panggilan akrabnya mengatakan, apa yang menjadi usulan dari masing-masing perwakilan masyarakat dapat disampaikan kembali kepada masing-masing kepala desa atau lurah, yang kemudian dibahas pada Musrenbang tingkat desa hingga kecamatan dan tingkat kabupaten.
“Mudah-mudahan dari semua usulan yang disampaikan oleh warga akan kami kawal dan semoga bisa terakomodir semuanya,” harapnya.
Jalannya reses di Perumahan Bida Asri berjalan sangat interaktif dan dialogis. Warga sangat antusias sekali mendatangi fasum hanya untuk berjumpa dengan wakil rakyat pilihannya dan untuk menyampaikan langsung aspirasinya, keluhan serta persoalan yang dialami

Sejumlah aspirasi pun mengemuka dalam kegiatan tersebut diantaranya, mengenai Gedung Serbaguna yang berada di Fasum Bida Asri 1 yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.
Ketua RW 09 Perumahan Bida Asri 1 Batam Center, Syamsul Hidayat mengatakan, memaparkan bahwa lingkungan yang dipimpinnya memiliki populasi yang cukup besar, yakni lebih dari 2.000 jiwa yang tersebar di lima RT.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan dan bantuan sarana prasarana.
Beberapa poin utama yang diajukan antara lain bantuan material berupa keramik dan atap untuk panggung Gedung Serba Guna (GSG), yang selama ini menjadi pusat kegiatan warga.
Selain itu, warga juga mengharapkan bantuan alat potong rumput serta kelanjutan pembangunan pagar masjid yang saat ini baru rampung separuh jalan.
Tak hanya soal infrastruktur, kader Posyandu turut menyampaikan keluhan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Menanggapi usulan revitalisasi panggung GSG, Ahmad Surya menjelaskan bahwa langkah perbaikan akan diambil jika aset tersebut sudah dihibahkan kepada pemerintah.
Jika memenuhi syarat, penganggaran akan diupayakan melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan.
”Untuk revitalisasi panggung, kita lihat dulu legalitasnya. Jika sudah dihibahkan ke pemerintah, akan kita masukkan ke anggaran Pokir. Namun, untuk kebutuhan mendesak seperti pembelian tikar, akan saya bantu secara pribadi,” ujar Ahmad Surya.
Terkait bantuan alat potong rumput, ia akan mengecek terlebih dahulu ketersediaan di mata anggaran pemerintah.
Jika tidak terakomodir, Ahmad Surya menyatakan kesiapannya untuk membantu secara personal.
Sementara untuk kelanjutan pembangunan pagar masjid, pihaknya akan melakukan verifikasi lebih lanjut mengenai mekanisme bantuan yang memungkinkan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua RW 09 juga memberikan klarifikasi mengenai legalitas Fasilitas Umum (Fasum) di wilayahnya.
Ia menegaskan bahwa lahan fasum tersebut telah resmi dihibahkan kepada pemerintah, sehingga proses pembangunan melalui jalur pemerintah daerah seharusnya tidak menemui kendala administratif














Komentar