Asiapelago.com | Batam – Evakuasi korban di galangan kapal PT ASL, Tanjung Uncang, Batu Aji, Kota Batam, berjalan lancar dan sukses. Seorang pekerja berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah terjebak kurang lebih 39 jam di dalam lambung kapal yang tenggelam. Korban selamat tersebut bernama Yusuf Tankin, pekerja PT Pradana Samudra Lines, yang juga merupakan Anggota Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Kota Batam.
Terlihat aksi cepat, Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Kota Batam. Dilokasi terlihat Sekretaris PMTI Kota Batam, Sarti Pongsitanan, S.E., wakil Ketua Daud Mairi dan beberapa pengurus PMTI Kota Batam, Sabtu (07/03/2026).
Setiba di PT ASL, pihak keluarga yang sudah berada di dalam area sempat diminta keluar. Karena Proses evakuasi gabungan sedang berlangsung.
“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak, karena ini menyangkut keselamatan warga kami dari Toraja yang jadi korban,” ungkap bu sarti.
Dengan koordinasi yang intensif. Manajemen PT ASL membuka pintu. Keluarga langsung menuju titik lokasi kapal tenggelam. Dimana Tim gabungan dari Basarnas, Angkatan Laut, Polair, Polsek Batuaji, dan perusahaan telah siap laksanakan evakuasi.
“Kami dari pihak keluarga merasa sangat bersyukur karena bisa langsung ke lokasi evakuasi, dan bisa koordinasi langsung dengan pihak perusahaan serta pihak pihak yang terkait yang ada di lokasi,” terangnya
Seperti di ketahui sebelumnya bahwa Yusuf Tankin, merupakan pekerja PT Pradana Samudra Lines, tidak sempat menyelamatkan diri dan terperangkap di dalam ruangan kapal yang sudah terbalik.
Yusuf diketahui terjebak di ruang mesin atau Cofferdam. Kapal yang tenggelam sedalam delapan meter itu ternyata memiliki ruangan kedap air. Di situlah Yusuf bertahan.
Pada hari pertama, tim penyelam sempat mencapai posisi Yusuf. Mereka memberi senter dan tabung oksigen. Saat itu penyelam menyuruh Yusuf melompat untuk ditolong. Namun Yusuf menolak. Ia tidak bisa berenang dan ketakutan.
Selama 39 jam di dalam gelap, Yusuf tidak makan dan minum. Ia hanya bisa berdoa. Keyakinan bahwa Yusuf masih hidup muncul pada malam kedua. Tim penyelam menggedor lambung kapal. Dari dalam, Yusuf membalas tiga kali gedoran.
“Pada malam kedua setelah insiden Tim evakuasi memastikan yusuf, masih hidup setelah ada balasan gedoran dari dalam lambung kapal,” ungkapnya.
Karena proses evakuasi yang sangat sulit PT ASL akhirnya menyewa tim penyelam profesional khusus untuk mengevakuasi Yusuf dari dalam air.
Pukul 05.12 WIB subuh, suara teriakan pecah di lokasi. Yusuf Tankin berhasil dikeluarkan dari kapal dalam keadaan selamat. Ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Aini. Kondisinya sehat.
Dengan terharuh Sekretaris PMTI Kota Batam Sarti Pongsitanan, mewakili keluarga besar PMTI, menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada semua pihak yang telah membantu, sehinggah Warga PMTI tersebut bisa diselamatkan.
“Kami Apresiasi setinggi tingginya kepada Manajemen PT ASL, Basarnas, Angkatan Laut, Polair, Polsek Batuaji, dan PT Pradana Samudra Lines yang begitu maksimal sehingga saudara kita dapat dievakuasi dengan selamat,” pungkasnya sekretaris PMTI Kota Batam itu.
(Bp4cc)








Komentar