BINTAN – Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang mengerahkan tim rescue untuk mencari seorang nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Berakit, Kabupaten Bintan.
Korban atas nama Bapak TOP (50), warga Kampung Panglong, diduga terjatuh dari sampannya saat sedang mencari ketam bakau.
Laporan kehilangan diterima oleh petugas siaga Basarnas Tanjungpinang pada Selasa (6/1) pukul 11.30 WIB dari BPBD Bintan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologi kejadian bermula pada Senin (5/1) sekitar pukul 14.00 WIB saat korban pergi melaut menggunakan sampan dalam kondisi air sedang surut.
Hingga malam hari, korban tak kunjung kembali ke rumah. Warga setempat sempat melakukan upaya pencarian mandiri, namun hanya berhasil menemukan sampan dan alat tangkap milik korban di tepi pantai.
Langkah Operasi SAR Menanggapi laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Fazzli, S.A.P., M.Si segera memerintahkan satu tim rescue yang berjumlah 9 orang untuk bergerak menuju lokasi kejadian (LKK) menggunakan Rescue Car Type II.
“Tim telah diberangkatkan pada pukul 11.50 WIB dan diperkirakan tiba di lokasi pada siang ini untuk langsung berkoordinasi dengan unsur di lapangan dan memulai penyisiran,” ungkap pihak Basarnas dalam laporan awalnya.
Lokasi pencarian terfokus pada koordinat 01∘11’57.94 “N 104∘33′1.23′′E, dengan jarak tempuh sekitar 58 KM dari kantor SAR.
Sinergi Antar Unsur Operasi SAR hari pertama ini melibatkan berbagai unsur gabungan guna mempercepat proses penemuan korban, di antaranya:
– Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang
– Dit Polair Bintan
– Pos AL Bintan
– Polsek Berakit
– BPBD Bintan
Masyarakat dan Nelayan Setempat
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan koordinasi di lapangan untuk menentukan rencana penyisiran area perairan berdasarkan arah arus dan angin








Komentar