NATUNA – Dalam upaya meningkatkan kesiapan operasional dan naluri tempur prajurit, KRI Teuku Umar (TUM)-385 menggelar latihan _Visit Board Search and Seizure_ (VBSS) di perairan Laut Natuna, Selasa (03/03/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan kemampuan tempur laut guna menjawab tantangan dinamika keamanan maritim yang semakin kompleks, khususnya di wilayah strategis perbatasan utara Indonesia.
Latihan VBSS tersebut menjadi lebih intensif karena melibatkan dan disupervisi langsung oleh tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang tengah on board di kapal perang tersebut.
Kehadiran satuan elite TNI Angkatan Laut itu memberikan penguatan pada aspek taktik, teknik, dan prosedur dalam pelaksanaan operasi penindakan di laut, sekaligus memastikan standar profesionalisme prajurit tetap terjaga sesuai doktrin operasi maritim modern.
Mengusung skenario bertajuk “Mission to Capture The Biggest Criminals”, tim VBSS KRI TUM-385 mempraktikkan rangkaian tindakan mulai dari infiltrasi menggunakan perahu cepat, prosedur boarding, penggeledahan ruang-ruang kapal, hingga teknik pengamanan dan pelumpuhan target bernilai tinggi (high-value target).
Target dalam simulasi digambarkan sebagai pelaku kejahatan transnasional di laut, seperti penyelundupan senjata, narkotika, dan pelanggaran hukum lintas negara.
Komandan KRI TUM-385 menegaskan bahwa latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan setiap prajurit siap menghadapi situasi riil di lapangan.
Perairan Natuna yang memiliki nilai strategis tinggi menuntut kesiapsiagaan penuh seluruh unsur yang beroperasi, termasuk kemampuan respons cepat terhadap potensi ancaman keamanan laut.
Melalui latihan terpadu ini, KRI Teuku Umar-385 menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan dan menegakkan hukum di laut yurisdiksi nasional.
Sinergi antara unsur kapal perang dan Kopaska diharapkan semakin memperkuat daya gentar serta efektivitas operasi TNI Angkatan Laut dalam menjaga stabilitas keamanan maritim Indonesia.








Komentar