SMPN 6 Batam Jadi Lokasi Percontohan Insersi Pendidikan Lalu Lintas ke Pendidikan Pancasila

BATAM — Program insersi pendidikan lalu lintas ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di Kota Batam mendapat perhatian serius dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

SMP Negeri 6 Batam menjadi salah satu sekolah yang dikunjungi dalam rangka melihat langsung implementasi program yang digagas Polda Kepulauan Riau bersama jajaran kepolisian dan Dinas Pendidikan Kota Batam tersebut.

Kepala SMP Negeri 6 Batam, Wagiyem, S.Pd., M.M menjelaskan, program tersebut berawal dari peluncuran insersi pendidikan lalu lintas ke dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila yang dilakukan Kapolda Kepri pada akhir 2025.

Sebelumnya, mata pelajaran tersebut dikenal sebagai Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), sebelum kemudian menggunakan nomenklatur Pendidikan Pancasila.

Menurutnya, sebelum program diterapkan di sekolah, Dinas Pendidikan Kota Batam terlebih dahulu memberikan pelatihan atau Training of Trainers (TOT) kepada guru-guru Pendidikan Pancasila.

Pelatihan tersebut bertujuan membekali guru agar mampu mengintegrasikan materi pendidikan lalu lintas ke dalam proses pembelajaran.

“Dulu ada peluncuran dari Kapolda tentang insersi pendidikan lalu lintas ke dalam Pendidikan Pancasila. Kemudian Dinas Pendidikan memberikan TOT kepada guru-guru untuk pendidikan lalu lintas yang diinsersi ke Pendidikan Pancasila,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).

Program tersebut dinilai penting mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan masyarakat, termasuk generasi muda. Karena itu, edukasi keselamatan berlalu lintas dianggap perlu diberikan sejak usia sekolah.

Polda Kepri juga beberapa kali turun langsung ke sekolah untuk memberikan penyuluhan dan edukasi lalu lintas kepada para siswa.

“Karena kejadian kecelakaan jumlahnya banyak dan luar biasa, maka pendidikan ini perlu ditanamkan sejak dini. Makanya pendidikan lalu lintas ingin dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah,” jelasnya.

Peluncuran program secara resmi dilakukan pada Desember 2025 di Hotel Harris Batam. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kepri menyampaikan program insersi pendidikan lalu lintas sekaligus menyerahkan buku pembelajaran untuk siswa kelas VII, VIII dan IX.

Namun, keterbatasan ketersediaan buku menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaannya. Dari lebih dari 200 sekolah yang ada di Batam, masing-masing jenjang baru memperoleh sejumlah buku sebagai bahan awal pembelajaran.

Meski demikian, SMPN 6 Batam menyiasatinya dengan memanfaatkan e-book dan perangkat teknologi pembelajaran yang tersedia di sekolah.

“Di setiap kelas kami sudah mengusahakan ada LCD proyektor. Jadi kalau kekurangan buku, kami bisa menggunakan e-book untuk pembelajaran,” katanya.

Ia menegaskan, pendidikan lalu lintas tersebut bukan merupakan mata pelajaran baru yang berdiri sendiri, melainkan diintegrasikan dengan materi Pendidikan Pancasila.

Dalam visitasi Kompolnas, implementasi program di SMPN 6 Batam diperlihatkan melalui sejumlah tahapan.

Pertama, tim melihat secara langsung proses pembelajaran di dalam kelas. Pembelajaran dilakukan pada tiga jenjang, yakni kelas VII yang dibimbing Bu Ari, kelas VIII oleh Pak Dimas, dan kelas IX oleh Bu Endriani.

Selain pembelajaran di kelas, siswa juga mendapatkan pendidikan lalu lintas secara praktik di lapangan.

Salah satu praktik yang diperagakan adalah simulasi blind spot menggunakan dua kendaraan. Para siswa diajarkan memahami titik-titik yang tidak terlihat oleh pengemudi serta cara aman ketika hendak menyeberang jalan.

Kegiatan tersebut bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, Polda Kepri juga telah memberikan edukasi serupa kepada para siswa SMPN 6 Batam.

“Anak-anak itu paham langsung. Kalau ada kendaraan di depan, bagaimana cara mau menyeberang. Pokoknya anak-anak sudah diajarkan bagaimana menyeberang yang benar,” ujarnya.

Tahapan terakhir dalam visitasi adalah audiensi yang mempertemukan berbagai pihak terkait program tersebut. Hadir unsur Kompolnas, Polda Kepri, Dinas Pendidikan Kota Batam, pihak sekolah, guru, komite sekolah serta para siswa.

Pertemuan itu menjadi ruang evaluasi sekaligus diskusi mengenai pelaksanaan dan pengembangan program insersi pendidikan lalu lintas ke dalam Pendidikan Pancasila.

Program tersebut bahkan disebut sebagai salah satu inovasi yang berpotensi menjadi praktik baik tingkat nasional apabila berhasil dalam penilaian Kompolnas Award.

Pihak sekolah menyebut, SMPN 6 Batam berpeluang menjadi lokasi pembelajaran bagi daerah lain apabila program tersebut dinilai berhasil dan Polda Kepri meraih hasil terbaik dalam Kompolnas Award.

“Kalau nanti berhasil, sekolah ini bisa menjadi project. Kemungkinan akan datang dari wilayah-wilayah lain untuk belajar dan melihat bagaimana program insersi pendidikan lalu lintas ke dalam Pendidikan Pancasila ini diterapkan,” katanya.

Ia pun mengapresiasi dukungan Kompolnas, Polda Kepri dan Dinas Pendidikan Kota Batam terhadap program tersebut.

Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci agar pendidikan keselamatan berlalu lintas tidak berhenti sebatas penyuluhan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa sejak dini.

“Support-nya luar biasa. Sambutannya sangat baik dari Kompolnas maupun Polda Kepri. Kami berharap program ini terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi anak-anak,” pungkasnya.

Komentar