Tan A Tie Didaulat Jadi Inspektur Upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Yehonala, Tekankan Bahaya Narkoba dan Bullying

BATAM — Mantan Anggota DPRD Kota Batam periode 2019–2024 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tan A Tie, didaulat menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sekolah Yehonala, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat di lapangan Sekolah Yehonala dan diikuti ratusan siswa, guru serta jajaran pengurus yayasan. Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan mengheningkan cipta dan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Dalam amanatnya, Tan A Tie mengingatkan para pelajar agar menjadikan momentum kemerdekaan sebagai dorongan untuk membangun karakter, menjaga moral serta menjunjung tinggi integritas.

Menurutnya, generasi pelajar merupakan aset sekaligus sumber daya manusia paling berharga bagi masa depan Indonesia. Karena itu, ia meminta para siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan memperoleh pendidikan dengan terjerumus dalam berbagai perilaku negatif.

“Adik-adik ini adalah sumber daya yang paling berharga untuk bangsa Indonesia. Mau dibawa ke mana bangsa Indonesia ini tergantung dari tangan adik-adik pelajar sekalian. Tolong warnai bangsa ini dengan hal-hal yang baik. Jangan terlibat narkoba, jangan melakukan bullying dan jangan melakukan hal-hal yang tidak pantas,” ujar Tan A Tie dalam amanatnya.

Ia juga mengingatkan siswa agar menjauhi berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan, mulai dari perundungan atau bullying, bolos sekolah, tawuran, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras hingga keterlibatan dalam geng motor.

Tan A Tie menegaskan, sebagai pelajar, fokus utama harus diarahkan pada pendidikan. Menurutnya, pencapaian akademik dan pembentukan karakter jauh lebih penting dibanding mengikuti pergaulan yang berpotensi membawa masalah hukum.

“Sebagai pelajar, adik-adik harus fokus pada pendidikan dan menjauhi tindakan yang melanggar aturan dan hukum. Jangan sampai terlibat dalam geng motor, tawuran, narkoba serta perilaku negatif lainnya yang dapat merusak masa depan,” tegasnya.

Pendidikan Jadi Fondasi Masa Depan

Usai upacara, Tan A Tie kembali menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor pendidikan, termasuk dengan memperluas akses belajar dan menambah fasilitas pendidikan sehingga semakin banyak anak memperoleh kesempatan menempuh pendidikan yang layak.

“Menurut saya, fokus tetap dengan pendidikan yang utama. Karena tanpa pendidikan semua tidak akan lancar. Zaman sekarang, apa yang mau kita andalkan kalau tanpa pendidikan?” katanya.

Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus memperkuat pembangunan sektor pendidikan.

“Mudah-mudahan di HUT yang ke-81 pemerintah banyak mengingat dan membangun lebih banyak kelas-kelas yang baru, supaya anak-anak kita lebih banyak yang berpendidikan lagi ke depan,” ujarnya.

Tan A Tie juga mengingatkan para siswa untuk menghormati guru. Menurutnya, guru memiliki peran fundamental dalam membentuk generasi bangsa dan menjadi bagian penting dari perjalanan seseorang hingga mampu meraih berbagai profesi maupun jabatan.

“Guru itu tolong dihormati. Tanpa guru, dari mana kita bisa menjadi dewan, atau jadi wali, atau jadi menteri? Kan tidak mungkin,” tegasnya.

Tiga Kali Diundang Jadi Inspektur Upacara

Sementara itu, Tan A Tie mengaku memberikan apresiasi kepada Yayasan Yehonala yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi inspektur upacara.

Ia menyebut, dirinya sudah tiga kali diundang untuk memimpin upacara di lingkungan sekolah tersebut. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan hubungan baik yang selama ini terjalin dengan pihak yayasan dan para guru.

“Bagi kami sangat apresiasi buat Yehonala. Sudah tiga kali saya diundang jadi inspektur upacara. Saya juga tidak tahu kelebihan kita apa. Toh intinya mereka juga menghargai kami,” katanya.

Ia mengaku juga sempat bertemu dengan pengurus yayasan dan para guru untuk membicarakan berbagai hal, termasuk harapan terhadap masa depan.

Dalam pertemuan tersebut, Tan A Tie mengungkapkan adanya dorongan agar dirinya kembali maju dalam kontestasi politik pada periode mendatang. Namun, ia memilih belum memberikan jawaban pasti.

“Saya masih menunggu jawaban nanti. Dari Bu Ida sudah menyampaikan, dengan anaknya, Mito juga maju lagi lah ke depan. Tapi saya hanya senyum, tidak bisa saya jawab,” ujarnya.

Tan A Tie mengaku tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Selain masih cukup panjangnya waktu menuju kontestasi politik berikutnya, ia juga tidak ingin memberikan pernyataan yang nantinya justru tidak dapat dipenuhi.

“Kalau saya jawab nanti tiba-tiba mengingkari janji lagi, kita jadi malu. Jadi saya bilang, iya dulu lah. Kita lihat ke depannya seperti apa perkembangannya,” katanya.

Menurutnya, keputusan politik membutuhkan pertimbangan matang dan harus melihat perkembangan situasi ke depan.

Bagi Tan A Tie, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda.

Karena itu, pendidikan, pembentukan karakter, penghormatan terhadap guru serta keberanian menjauhi narkoba dan berbagai bentuk kekerasan menjadi pesan utama yang ia titipkan kepada para pelajar Sekolah Yehonala.

Sementara terkait dorongan untuk kembali maju dalam kontestasi politik, Tan A Tie masih memilih menunggu. Ia belum memberikan kepastian dan menyerahkan keputusan tersebut pada perkembangan situasi ke depan.

Komentar