BATAM – Suasana duka menyelimuti rumah duka sejak pagi hari. Para pelayat silih berganti datang untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Karangan bunga dari berbagai instansi, organisasi, dan tokoh masyarakat juga tampak memenuhi area sekitar rumah duka.
Sejumlah tokoh yang hadir mengenang almarhum sebagai figur yang terbuka, mudah bergaul, dan aktif menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Selama berkiprah di dunia politik, Widiastadi dikenal kerap turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan mengawal berbagai program pembangunan di Kepri.

Kehadiran para tokoh tersebut merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal sebagai sosok sederhana, dekat dengan masyarakat, serta memiliki dedikasi tinggi dalam memperjuangkan pembangunan dan aspirasi warga Kepulauan Riau selama menjabat sebagai wakil rakyat.
Widiastadi tercatat pernah menjadi anggota DPRD Kepri selama dua periode dan dipercaya memimpin Komisi III yang membidangi pembangunan, infrastruktur, perhubungan, dan lingkungan hidup.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Widiastadi Nugroho.
Dalam kesempatan melayat ke rumah duka, Ansar Ahmad turut mendoakan almarhum dan mengikuti pembacaan Surat Yasin bersama keluarga, kerabat, serta para pelayat yang hadir.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Widiastadi Nugroho,” ujar Ansar.
Ansar mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan ampunan, rahmat, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Marilah kita bersama-sama mendoakan almarhum dengan membacakan Surat Yasin dan memohon kepada Allah SWT agar segala amal ibadah beliau diterima, segala khilaf dan dosanya diampuni, serta ditempatkan di surga-Nya,” katanya.

Ia juga menyampaikan doa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keteguhan hati. Kita semua percaya bahwa setiap yang hidup akan kembali kepada Allah SWT, dan semoga almarhum memperoleh husnul khatimah,” tutup Ansar.
Senada, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Aris Pratamura, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Widiastadi Nugroho.
Nyanyang mengaku sangat kehilangan sosok almarhum yang telah dikenalnya selama bertugas bersama di Komisi III DPRD Kepri.
Menurutnya, Widiastadi merupakan pribadi yang baik, memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat, serta selalu mengedepankan koordinasi dalam setiap tugas dan pengabdian.
“Kehilangan beliau ini sangat saya rasakan. Selama kurang lebih lima tahun bersama di Komisi III, saya mengenal beliau sebagai orang yang baik. Dalam setiap persoalan, beliau selalu mengutamakan koordinasi dan selalu memikirkan kepentingan masyarakat,” ujar Nyanyang.
Ia menilai kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi banyak pihak, khususnya bagi rekan-rekan yang pernah bekerja dan berjuang bersama.
“Dengan kehilangan beliau, saya benar-benar merasa sangat kehilangan. Beliau adalah sosok yang baik dan banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Nyanyang juga mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan tersebut.
“Insya Allah beliau husnul khatimah. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutupnya.
Di lokasi yang sama, mantan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Widiastadi Nugroho.
Menurut Rudi, almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik dan selalu menjaga hubungan pertemanan serta silaturahmi dengan banyak kalangan.
“Hidup ini pertemanan nomor satu. Kalau silaturahmi kita bagus dan kita mengikuti ajaran agama, hidup akan terasa nyaman. Kita tidak pernah melihat siapa dia, tetapi dia adalah bagian dari kita yang hidup di muka bumi ini. Beliau orangnya baik, saya tidak pernah mendengar hal-hal yang macam-macam tentang beliau,” ujar Rudi.
Rudi menilai kepergian almarhum merupakan takdir Allah SWT yang harus diterima dengan ikhlas. Ia pun mendoakan agar segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT serta segala khilaf semasa hidupnya diampuni.
“Mudah-mudahan almarhum Widiastadi Nugroho diterima Allah SWT. Jika ada kesilapan semasa hidupnya, sebagai sesama manusia kita maafkan terlebih dahulu. Semoga Allah memaafkan segala perbuatannya di dunia dan menerima beliau di sisi-Nya,” katanya.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, Rudi berpesan agar tetap tabah menghadapi cobaan tersebut.
“Dalam kehidupan ini semua adalah takdir yang harus kita terima. Mudah-mudahan semuanya menjadi amal ibadah. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, para pelayat masih silih berganti mendatangi rumah duka dan turut memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Widiastadi Nugroho atau yang akrab disapa Mas Iik.













Komentar