Uji Ketangguhan Prajurit, Satkat Koarmada I Ikuti Latihan Simulator di Pusatkaprang Kolat Koarmada I

NATUNA – Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I melaksanakan latihan simulator di Komando Latihan Koarmada I pada Senin, 23 Februari 2026. Latihan tersebut dirancang dengan skenario taktis yang menggambarkan dinamika operasi pengamanan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit dalam menghadapi potensi ancaman di wilayah perairan strategis.

Dalam skenario yang disimulasikan, sebuah unsur patroli TNI Angkatan Laut mendeteksi tiga kapal ikan asing yang diduga melakukan penangkapan ikan ilegal serta mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS) saat berada di wilayah yurisdiksi Indonesia.

Situasi tersebut memicu peningkatan kewaspadaan unsur di laut, sekaligus menguji kecepatan analisis dan respons komando dalam menentukan langkah selanjutnya.

Saat proses identifikasi berlangsung, radar juga menangkap keberadaan dua kapal perang asing di sekitar batas ZEE, berjarak kurang lebih 12 mil laut dari lokasi kejadian.

Manuver yang dilakukan terpantau seolah mengawasi perkembangan situasi. Menghadapi kondisi itu, komandan unsur melaporkan secara berjenjang kepada Komando Tugas dan menetapkan kesiapsiagaan tempur terbatas (limited readiness) tanpa melakukan tindakan provokatif.

Skenario latihan ini menekankan pentingnya pengambilan keputusan yang terukur dan proporsional. Di satu sisi, unsur patroli tetap harus menegakkan hukum terhadap kapal ikan yang diduga melanggar ketentuan.

Di sisi lain, stabilitas kawasan tetap menjadi pertimbangan utama guna menghindari eskalasi dengan unsur militer asing. Tim Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) tetap disiapkan sesuai prosedur hukum nasional dan ketentuan internasional, termasuk prinsip UNCLOS 1982, dengan komunikasi radio terbuka pada kanal maritim internasional.

Melalui latihan simulator ini, Koarmada I menguji kemampuan taktis, ketegasan, serta pengendalian diri prajurit dalam menghadapi situasi kompleks dan sensitif.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kesiapan operasional agar setiap unsur TNI Angkatan Laut mampu menjaga kedaulatan dan hak berdaulat negara di perairan strategis, sekaligus tetap menjunjung tinggi hukum internasional dan stabilitas keamanan kawasan.

Komentar