BATAM – Suara kemenangan menjadi penanda debut manis Marsela Ristatia Loban di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau 2026 di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Belum pernah merasakan atmosfer pertandingan Porprov sebelumnya, atlet Wushu Kota Batam ini justru langsung mencuri perhatian dengan penampilan gemilang.
Bukan sekadar meraih kemenangan, Marsela sukses mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Wushu Batam dari nomor putri kelas 52 kilogram senior.
Prestasi itu diraihnya dengan cara yang mengesankan, yakni menumbangkan lawan melalui kemenangan knockout (KO) lewat tendangan high kick.
Perjalanan Marsela menuju podium tertinggi tidak berlangsung tanpa tantangan. Dua lawan harus dihadapinya, masing-masing atlet asal Kabupaten Karimun pada pertandingan pertama dan wakil Kota Tanjungpinang pada laga berikutnya.
Menghadapi lawan pertamanya, Marsela tampil penuh percaya diri dan berhasil mengamankan kemenangan telak. Namun, ujian sesungguhnya datang pada pertandingan kedua.
Di tengah ketatnya pertarungan, Marsela mampu menjaga konsentrasi sekaligus membaca celah pertahanan lawan.
Sebuah tendangan high kick yang dilepaskannya menjadi penentu. Lawan pun tak mampu melanjutkan pertandingan setelah terkena serangan tersebut.
Kemenangan KO itu sekaligus memastikan Marsela berdiri di podium tertinggi dan membawa pulang medali emas untuk Kota Batam.
Di balik kemenangan impresif tersebut, tersimpan cerita tentang kerja keras, latihan, dan keberanian menghadapi pengalaman baru.
Sebab, Porprov Kepri kali ini merupakan panggung pertama bagi Marsela untuk menguji kemampuannya dalam kompetisi olahraga tingkat provinsi.
Meski berhadapan dengan atlet-atlet yang dinilainya cukup tangguh, ia mampu menjawab tantangan dengan penampilan terbaiknya.
Rasa syukur pun menyelimuti keberhasilan tersebut. Marsela mengakui, pencapaian yang diraihnya tidak terlepas dari proses latihan serta dukungan para pelatih yang selama ini membimbingnya, termasuk Pak Rikardo.
“Puji Tuhan, hasilnya memuaskan. Selama ini kami sudah menjalani latihan bersama pelatih, termasuk Pak Rikardo. Latihan tersebut sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Bagi Marsela, medali emas ini bukanlah garis akhir. Justru, kemenangan pada penampilan perdananya menjadi suntikan semangat untuk terus mengembangkan kemampuan dan memperkaya pengalaman bertanding.
Ia berharap kesempatan untuk kembali turun gelanggang terbuka pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya. Bahkan, ia telah memasang harapan untuk bisa menembus kompetisi dengan level yang lebih tinggi.
“Harapannya bisa bertanding lagi jika ada peluang. Mudah-mudahan ke depannya bisa mengikuti pertandingan dengan level yang lebih tinggi lagi,” tuturnya.
Emas yang dibawa pulang Marsela bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membuka jalan bagi torehan prestasi Wushu Kota Batam di Porprov Kepri.
Debut yang berakhir manis itu menjadi bukti bahwa keberanian, disiplin, dan kerja keras mampu melahirkan prestasi.
Dari sebuah kesempatan pertama, Marsela berhasil menunjukkan bahwa dirinya layak diperhitungkan di arena Wushu Kepri








Komentar