BATAM – PDI Perjuangan meneguhkan kembali jati dirinya sebagai partai yang lahir, hidup, dan berjuang bersama rakyat. Dalam rangkaian peringatan Dirgahayu PDI Perjuangan sekaligus Bulan Bung Karno, partai berlambang banteng moncong putih itu menekankan kerja nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, sebanyak 600 paket sembako telah disalurkan kepada warga yang membutuhkan sebagai bagian dari aksi sosial kader PDI Perjuangan. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan cermin filosofi perjuangan partai yang berpijak pada keberpihakan kepada rakyat kecil.

Acara rangkaian Dirgahayu PDI Perjuangan tersebut digelar di Kantor Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Riau, Batam Center, Rabu (21/1/2026).
Hadir dalam kegiatan itu seluruh fungsionaris partai DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri dan DPC PDI Perjuangan Kota Batam, Kabupaten Karimun serta sejumlah anggota DPRD Batam dan DPRD Kepri, PAC, Ranting dan Anak Ranting se Kota Batam.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri, Prof. Soerya Respationo, menegaskan bahwa seluruh kader wajib melaksanakan instruksi partai hingga Juni mendatang.
Dikatakannya, rangkaian kegiatan ulang tahun partai difokuskan pada turun langsung ke tengah masyarakat, berbagi, mendengar, dan menyerap aspirasi rakyat.
“Bulan Bung Karno bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi momentum untuk kembali ke akar perjuangan. Kegiatan harus bersentuhan langsung dengan masyarakat, menyerap aspirasi, dan mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” ujar Soerya dalam sambutannya.

Ia menambahkan, aspirasi yang dihimpun kader di lapangan akan diteruskan oleh anggota fraksi PDI Perjuangan dalam bentuk kebijakan pemerintah. Dengan demikian, suara rakyat tidak berhenti di ruang dialog, tetapi berlanjut menjadi keputusan yang berpihak.
Dari sisi internal, Soerya menyampaikan bahwa hampir seluruh agenda partai telah dilaksanakan mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Tersisa musyawarah Ranting dan Anak Ranting yang harus segera dituntaskan.
Dalam waktu dekat, DPD PDI Perjuangan Kepri juga akan menggelar rapat internal dengan agenda utama percepatan musyawarah di tingkat akar rumput tersebut.
Dalam kesempatan itu, Soerya mengutip pesan ideologis Bung Karno yang menjadi napas perjuangan partai.
“Kebenaranlah yang akan menang. Di sanalah kita berdiri selama-lamanya,” ujarnya.

Prof. Soerya yang juga akrab disapa Romo ini juga mengingatkan kutipan Bung Karno, “Apabila saya diberikan hidup dua kali oleh Tuhan, maka hidup saya itu juga akan saya gunakan untuk negara.”
Filosofi pengabdian total itulah, menurut Soerya, yang harus terpatri dalam diri setiap fungsionaris dan kader PDI Perjuangan.
“Semua instruksi DPP harus dilaksanakan. Kerja nyata untuk masyarakat harus terus digesa. Kita harus tertawa dan menangis bersama rakyat,” tegasnya.
Soerya pun memohon doa agar PDI Perjuangan senantiasa diberi kekuatan untuk terus berjalan bersama rakyat.
“Itulah jati diri PDI Perjuangan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.










Komentar