BATAM – Tim penilai Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batam melakukan peninjauan ke kebun Rimpang dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) DWP Unit Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Kamis (3/9/2026).
Peninjauan yang berlangsung di halaman Gedung Kantor Disbudpar Kota Batam tersebut dipimpin langsung Ketua DWP Kota Batam, Erdawati Firmansyah.
Kedatangan tim penilai disambut Ketua DWP Unit Disbudpar Kota Batam, Morina Fitriyanti Ardiwinata, didampingi Sekretaris Disbudpar Kota Batam, Eva Marhaini, serta jajaran pengurus dan anggota DWP Unit Disbudpar Kota Batam.
Kunjungan ini menjadi bagian awal dari rangkaian penilaian lomba kebun rimpang dan tanaman obat keluarga DWP Kota Batam. Penilaian puncak dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.
Dalam peninjauan tersebut, tim penilai melihat secara langsung kondisi kebun, keberagaman tanaman, serta upaya pengelolaan dan pemanfaatan lahan yang dilakukan DWP Unit Disbudpar.
Kebun Rimpang dan TOGA DWP Unit Disbudpar ditata dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan kantor.
Beragam tanaman ditanam dan dirawat secara bersama-sama oleh anggota DWP, mulai dari tanaman obat, tanaman bumbu dapur, hingga tanaman yang memiliki nilai estetika dan potensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan.
Sejumlah tanaman yang tumbuh di kebun tersebut antara lain daun sirih, serai, lengkuas, cabai rawit, bawang Dayak, jeruk kasturi, kunyit, jahe, bunga telang, daun pacar cina, serta berbagai jenis tanaman lainnya.
Keberagaman tanaman tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan secara sederhana dapat menghasilkan kebun yang tidak hanya hijau dan asri, tetapi juga memiliki manfaat langsung bagi kebutuhan sehari-hari.
Tanaman seperti jahe, kunyit, lengkuas, serai, dan daun sirih dapat dimanfaatkan sebagai bahan kebutuhan rumah tangga, sementara cabai rawit, bawang Dayak, dan jeruk kasturi juga dapat mendukung kebutuhan bumbu dan pangan keluarga.
Bagi DWP Unit Disbudpar, keberadaan kebun rimpang dan tanaman obat bukan semata untuk mengikuti perlombaan.
Kebun tersebut juga menjadi upaya memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan perkantoran agar lebih produktif sekaligus memberikan manfaat bagi anggota.
Pengembangan kebun Rimpang dan TOGA ini sejalan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar DWP Kota Batam mengenai penguatan ekonomi dan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan pada beberapa waktu lalu.
Ketua DWP Unit Disbudpar Kota Batam, Morina Fitriyanti Ardiwinata, menyambut baik peninjauan yang dilakukan tim penilai DWP Kota Batam.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi anggota untuk terus merawat dan mengembangkan kebun yang telah dibangun.
“Bagi kami, lomba ini bukan hanya tentang penilaian, tetapi bagaimana kami bisa memanfaatkan lahan yang ada menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kebun ini kami harapkan bisa terus dirawat dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi anggota DWP, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga,” ujar Morina.
Ia mengatakan, pemanfaatan lahan pekarangan juga dapat menjadi langkah sederhana untuk mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga.
Hasil tanaman rimpang dan TOGA tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.
“Harapannya, apa yang kami lakukan di lingkungan kantor ini juga bisa menjadi contoh bahwa lahan kosong yang tidak terpakai tetap bisa dimanfaatkan secara produktif. Ke depan, tanaman yang dihasilkan juga dapat dikembangkan menjadi olahan seperti minuman herbal atau produk lainnya yang memiliki nilai tambah,” tambahnya.
Usai peninjauan awal tersebut, DWP Unit Disbudpar Kota Batam akan terus melakukan perawatan dan pengembangan kebun sebagai persiapan menghadapi penilaian pada Desember mendatang.
Lebih dari sekadar kompetisi, pengembangan kebun Rimpang dan TOGA di lingkungan perkantoran menjadi langkah nyata DWP dalam mendorong pemanfaatan lahan secara produktif.
Upaya ini sekaligus memperkuat peran keluarga dalam mendukung ketahanan pangan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.








Komentar