Industri Pergadaian Tumbuh Subur di Kepri, 18 PUJK di Sektor Pergadaian Telah Miliki Izin Resmi OJK

BATAM – Kinerja sektor pergadaian menunjukkan tren penguatan dengan total aset mencapai Rp312,18 miliar (tumbuh 12,17% yoy). Performa ini didorong oleh penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp231,48miliar (meningkat 10,62% yoy).

Hingga awal 2026, tercatat sebanyak 18 Pelaku UsahaJasa Keuangan (PUJK) pergadaian di Kepulauan Riau yang telah memiliki izin OJK, memperkuat aspek perlindungan konsumen melalui kepastian legalitas.

Dinamika Positif Sektor Perasuransi: Industri asuransi menunjukkan pemulihan kualitas kinerja yang stabil.

Asuransi Jiwa: Penghimpunan premi tercatat sebesar Rp1,55 triliun (tumbuhtipis 0,02% yoy), dan diikuti dengan penurunan rasio klaim yang signifikan sebesar 23,82% (yoy) menjadi Rp884,99 miliar.

Asuransi Umum: Mencatatkan kinerja impresif dengan perolehan premi sebesar Rp1,10triliun (tumbuh 27,76% yoy), disertai penurunan nilai klaim yang sangat signifikan sebesar 44,37% (yoy) menjadi Rp228,33 miliar.

Peningkatan Premi dan Penurunan klaim ini mengindikasikan stabilitas system keuangan regional yang baik, peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya berasuransi dan minimnya kejadian katastropikdi wilayah Kepulauan Riau.

Performa Perusahaan Pembiayaan (Multifinance): Sektor ini terus menunjukkan trenekspansi dengan piutang pembiayaan yang tumbuh 11,03% (yoy) mencapai Rp6,21triliun.

Kesehatan sektor ini tetap terjaga dalam batas aman (pruden) dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) yang sangat rendah di level 1,08% per Desember 2025.

Akselerasi Literasi, Inklusi, dan Perlindungan Konsumen Terintegrasi.

OJK Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen penuh dalam memperkuat fundamental ekonomi masyarakat melalui program edukasi dan inklusi keuangan yang masif serta layanan perlindungan konsumen yang responsif sepanjang tahun 2025:

Peningkatan Masif Edukasi Keuangan: Dalam upaya menciptakan masyarakat yang cerdas keuangan, OJK Kepri telah menyelenggarakan 87 kegiatan edukasi, melonjak signifikan sebesar 85,11% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Strategi edukasi dilakukan secara hibrida (79 luring dan 8 daring) dengan menjangkau 145.397 peserta, guna memastikan pesan literasi keuangan tersampaikan hingga ke berbagai lapisan masyarakat.

Penguatan Inklusi melalui Program GENCARKAN: Sejalan dengan arahan pusat, OJK Kepri secara aktif menginisiasi 21 kegiatan dalam kerangka Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Sinergi bersama Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) juga berhasil mengeskalasi jangkauan inklusi melalui 648 kegiatan di seluruh kabupaten/kota, yang melibatkan partisipasi 266.368 peserta.

Prestasi Strategis TPAKD:

Kolaborasi strategis melalui Tim Percepatan Akses KeuanganDaerah (TPAKD) menunjukkan hasil yang membanggakan.

Pada Rakornas TPAKD 2025, TPAKD Provinsi Kepulauan Riau berhasil meraih predikat sebagai “Nominasi TPAKDTerbaik” di Wilayah Sumatera, bersanding dengan Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.

Pencapaian ini merupakan bentuk apresiasi atas efektivitas program perluasan akses keuangan di wilayah Kepulauan Riau.

Komitmen Perlindungan Konsumen: Dari aspek pelayanan, OJK Kepri konsisten mengedepankan perlindungan konsumen yang berintegritas.

Sepanjang tahun 2025, OJK telah menerima dan memproses 817 pengaduan. Mayoritas laporan tercatat berasal dari sektor financial technology (fintech), yang segera ditindaklanjuti melalui mekanisme penyelesaian sengketa sesuai ketentuan yang berlaku untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem keuangan digital.

GERAK Syariah 2026: Mengakselerasi Literasi dan Inklusi Syariah di Momentum Ramadan Dalam rangka menyemarakkan Bulan Suci Ramadan, OJK menginisiasi kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK SYARIAH) 2026.

Mengusung tema “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah”, program ini bertujuan memperluas cakupan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (LIKS) melalui kolaborasi masif bersama PUJK Syariah, asosiasi, kementerian/lembaga, serta tokoh penggerak ekonomi syariah.

Khusus di wilayah Kepulauan Riau, OJK menempuh langkah-langkah strategis untuk memperkuat ekosistem syariah melalui serangkaian aliansi sebagai berikut:

Optimalisasi Akses Pembiayaan (Business Matching): Bersinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau dan mitra PUJK Syariah, OJK menyelenggarakan Business Matching di One Batam Mall (3 Maret 2026) dan Gedung Dekranasda Tanjungpinang (7 Maret 2026) guna mendekatkan akses permodalan bagi pelaku usaha.

Kehadiran Layanan Mobile (SiMOLEK):

OJK turut menyukseskan KEPRI RAMADAN FAIR (KURMA) di Kota Batam dan Tanjungpinang (2-9 Maret 2026).

Dalam perhelatanini, OJK menghadirkan armada SiMOLEK (Sarana Informasi Mobil Literasi Keuangan) untuk memberikan layanan edukasi dan konsultasi keuangan langsung di tengah masyarakat.Edukasi Syariah Terintegrasi:

Melaksanakan rangkaian kegiatan LIKS yang mencakup sektor perbankan, pasar modal, hingga pergadaian syariah secara serentak di empat wilayah kunci: Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang.

Komitmen dan Strategi Ke Depan Momentum pertumbuhan ekonomi yang resilien di tahun 2025 serta keberkahan Bulan Suci Ramadan menjadi katalisator penting bagi penguatan fondasi ekonomi regional.

Kinerja sektor jasa keuangan yang solid merupakan pilar utama dalam mengakselerasi kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau.

OJK Provinsi Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal industrijasa keuangan agar senantiasa:

1. Memprioritaskan Penyaluran Pembiayaan ke sektor-sektor strategis daerah danpenguatan kapasitas UMKM.

2. Memperluas Jangkauan Layanan Perbankan, baik konvensional maupun syariah,guna memastikan terwujudnya masyarakat yang well-literate dan financially inclusive.

3. Memperkokoh Perlindungan Konsumen sebagai instrumen utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap stabilitas sistem keuangan.Melalui sinergi yang berkelanjutan,

OJK optimis bahwa industri jasa keuangan di KepulauanRiau akan terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung agenda pembangunan serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang maju, makmur dan merata.

Komentar