Asiapelago.com | Batam – Pemerintah Kota Batam didesak untuk meningkatkan perhatian terhadap mahasiswa asal Batam yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah, khususnya di Pekanbaru, setelah Komisi IV DPRD Kota Batam menggelar rapat silaturahmi dan audiensi dengan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kota Batam (IPMKOB) Pekanbaru pada Rabu, 8 Juli 2026. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Komisi IV DPRD Kota Batam itu menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, masukan kebijakan, dan harapan agar pemerintah daerah lebih responsif terhadap kebutuhan generasi muda perantauan.
Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Dandis Rajagukguk ST, yang didampingi anggota Komisi IV, Hery Herlangga dan Warya Burhanuddin. Dalam suasana dialog yang hangat, perwakilan IPMKOB Pekanbaru memaparkan sejumlah isu yang mereka anggap mendesak, antara lain kebutuhan dukungan administratif, akses informasi beasiswa dan program peningkatan kapasitas, serta keterlibatan mahasiswa dalam perumusan kebijakan yang menyentuh sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Delegasi mahasiswa juga menyerahkan gagasan konkret yang diharapkan dapat menjadi bahan kajian bagi DPRD dan Pemerintah Kota Batam.
Ketua Komisi IV menyatakan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan daerah. “Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi berbagai masukan dari adik-adik mahasiswa. Tentu ini akan menjadi bahan pembahasan kita di DPRD dan Pemerintah Kota Batam,” ujar Dandis, menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk membuka ruang komunikasi dengan elemen masyarakat. Pernyataan resmi tersebut menegaskan bahwa DPRD melihat peran mahasiswa bukan sekadar sebagai penerima kebijakan, melainkan sebagai mitra strategis dalam proses perumusan kebijakan publik.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak pada pengembangan kapasitas generasi muda, termasuk program pelatihan, fasilitasi magang, dan mekanisme dukungan bagi mahasiswa perantauan yang menghadapi kendala administratif atau ekonomi. Mereka juga mengusulkan agar Pemerintah Kota Batam membangun saluran komunikasi yang lebih terstruktur dengan organisasi mahasiswa di perantauan sehingga aspirasi dapat terakomodasi secara berkelanjutan. Usulan-usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya kolektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kelak akan berkontribusi pada pembangunan Batam.

Dandis menambahkan bahwa DPRD akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui pembahasan internal dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Batam. “DPRD Kota Batam selalu membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Gagasan dan kritik konstruktif dari mahasiswa merupakan bagian penting dalam mendorong lahirnya kebijakan yang lebih baik demi kemajuan Kota Batam,” kata Dandis dalam pernyataan resmi yang disampaikan di hadapan peserta audiensi. Pernyataan ini menegaskan niat legislatif untuk menerjemahkan masukan menjadi langkah-langkah kebijakan yang konkret.
Para peserta audiensi menilai pertemuan ini sebagai langkah awal yang positif untuk membangun sinergi antara DPRD dan komunitas mahasiswa Batam di berbagai daerah. Mereka berharap tindak lanjut berupa forum konsultasi berkala, penyusunan rekomendasi kebijakan bersama, serta program-program kolaboratif yang dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam agenda pembangunan daerah. Harapan tersebut mencerminkan keinginan generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga aktor yang berperan aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Dari perspektif tata kelola publik, audiensi ini menyoroti kebutuhan akan mekanisme partisipasi yang lebih inklusif dan terstruktur. Keterlibatan mahasiswa perantauan dapat memperkaya proses kebijakan dengan perspektif baru dan data lapangan yang relevan, terutama terkait isu pendidikan, lapangan kerja, dan mobilitas sosial. Jika direspon dengan kebijakan yang jelas dan program yang terukur, dukungan bagi mahasiswa perantauan berpotensi memperkuat ekosistem sumber daya manusia Batam dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan dialog dan merumuskan langkah-langkah konkret. DPRD berjanji menyusun agenda tindak lanjut yang akan melibatkan instansi terkait di Pemerintah Kota Batam, sementara IPMKOB menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam penyusunan rekomendasi dan program-program yang diusulkan. Dengan demikian, audiensi ini diharapkan menjadi titik awal bagi hubungan kerja yang lebih erat antara pembuat kebijakan dan generasi muda perantauan, demi mewujudkan pembangunan Kota Batam yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.














Komentar