BATAM – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pimpinan Daerah (BPD) Kepulauan Riau resmi membuka pendaftaran calon Ketua PHRI BPD Kepri untuk masa bakti 2026–2031.
Proses ini menjadi tahapan awal menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Pembukaan pendaftaran diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Marriott Harbour Bay Downtown, Batam, Rabu (9/7/2026).
Sekretaris PHRI BPD Kepri, Tedi Hermansyah, mengatakan Musda merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi yang wajib dilaksanakan setiap lima tahun sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan.
Menurutnya, kepengurusan inti telah membentuk Steering Committee (SC) yang bertugas menyiapkan seluruh rangkaian pelaksanaan Musda hingga terpilihnya ketua baru.
“Musda merupakan agenda organisasi yang harus dilaksanakan sesuai AD/ART. Steering Committee telah dibentuk untuk memastikan seluruh proses berjalan baik hingga lahir kepemimpinan baru PHRI BPD Kepulauan Riau,” ujar Tedi.
Ia menjelaskan, setiap calon ketua harus berstatus sebagai anggota PHRI BPD Kepri. Meski AD/ART tidak mengatur batas minimal masa keanggotaan, organisasi mengharapkan kandidat merupakan pelaku usaha yang memiliki atau mengelola hotel maupun restoran secara langsung sehingga memahami tantangan industri hospitality.
Saat ini, PHRI BPD Kepri memiliki sekitar 150 anggota yang terdiri dari pelaku usaha hotel, restoran, dan sektor pariwisata lainnya. Organisasi juga terus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk bergabung sebagai anggota.
“Keanggotaan bersifat sukarela. Kami terus mengajak hotel-hotel dan restoran di Kepulauan Riau untuk bergabung, termasuk beberapa hotel baru yang saat ini telah mengajukan keanggotaan,” katanya.
Tedi berharap Musda 2026 mampu melahirkan kepengurusan yang semakin solid dan mampu memperkuat posisi PHRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, restoran, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kepulauan Riau.
Sementara itu, Ketua Steering Committee Musda, Reni Novianti, menegaskan seluruh tahapan pencalonan akan dilaksanakan secara terbuka, transparan, demokratis, serta berpedoman pada AD/ART organisasi.
Menurutnya, PHRI membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen kuat untuk menghadapi dinamika industri hospitality yang terus berkembang.
“Ketua yang terpilih nantinya diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri hotel dan restoran, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor hospitality, serta membawa organisasi semakin adaptif terhadap perkembangan industri pariwisata,” ujarnya.
Reni juga mengajak seluruh anggota PHRI menjaga suasana yang kondusif serta menjunjung tinggi etika organisasi agar seluruh tahapan Musda berlangsung tertib, profesional, dan penuh semangat kebersamaan.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Steering Committee, Agi Arisetyawan, menjelaskan pendaftaran calon Ketua PHRI BPD Kepri dibuka mulai 9 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Selama periode tersebut, bakal calon diwajibkan mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran, menyerahkan curriculum vitae (CV), serta melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang telah ditetapkan panitia.
Setelah masa pendaftaran berakhir, Steering Committee akan melakukan verifikasi administrasi, pemeriksaan kelengkapan dokumen, penetapan calon yang memenuhi syarat, hingga proses wawancara sebelum nama-nama kandidat disampaikan kepada pengurus pusat sesuai mekanisme organisasi.
“Persyaratan yang ditetapkan cukup lengkap karena kami ingin memastikan calon ketua benar-benar memiliki kapasitas, kompetensi, dan komitmen untuk membawa PHRI menjadi organisasi yang semakin maju dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota,” kata Agi.
Selanjutnya, para kandidat akan memaparkan visi dan misi mereka di hadapan peserta Musda sebelum proses pemilihan Ketua PHRI BPD Kepulauan Riau periode 2026–2031 dilaksanakan.
Melalui proses yang terbuka, transparan, demokratis, dan akuntabel, PHRI BPD Kepri berharap Musda 2026 menghasilkan pemimpin yang visioner, profesional, dan mampu memperkuat kontribusi organisasi dalam mendukung pertumbuhan industri perhotelan, restoran, serta pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau.












Komentar