PAPUA PEGUNUNGAN – Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti turut berperan dalam upaya pengamanan dan evakuasi pasca aksi penyerangan dan penembakan terhadap para pekerja proyek pembangunan jalan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIT.
Merespons kejadian tersebut, personel Satgas Yonif 136/Tuah Sakti bersama aparat gabungan yang terdiri dari Satgas Yonif 511/DY, Koramil Ilu, dan Polsek Ilu bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk mengamankan situasi sekaligus melaksanakan proses evakuasi.
Meskipun dihadapkan pada medan yang berat dan potensi ancaman keamanan, seluruh personel tetap menjalankan tugas dengan penuh profesionalisme demi menjamin keselamatan para korban dan pekerja yang berhasil menyelamatkan diri.
Dalam peristiwa tersebut, empat orang meninggal dunia, yakni Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga (masyarakat Orang Asli Papua), dan Alfonds.
Selain itu, sejumlah pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri menuju Distrik Kanggime sebelum akhirnya dievakuasi oleh aparat gabungan.
Satgas Yonif 136/Tuah Sakti turut mengamankan jalannya proses evakuasi hingga seluruh korban meninggal dunia maupun para pekerja yang selamat berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Selanjutnya, tiga jenazah dievakuasi ke RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, sedangkan satu jenazah dievakuasi ke RSUD Tolikara untuk penanganan lebih lanjut.
Selama proses evakuasi menuju RSUD Mulia, personel Satgas Yonif 136/Tuah Sakti melaksanakan pengawalan dan pengamanan secara langsung terhadap ketiga jenazah guna memastikan proses pemindahan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga tiba di rumah sakit.
Seluruh pekerja yang selamat juga berhasil diamankan dari lokasi menuju tempat yang lebih aman.
Kehadiran Satgas Yonif 136/Tuah Sakti dalam operasi ini merupakan wujud nyata komitmen TNI untuk selalu hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat, mendukung penanganan situasi darurat, serta membantu proses kemanusiaan secara cepat, terukur, dan profesional.
Seluruh rangkaian pengamanan dan evakuasi berlangsung dengan aman dan lancar. Dalam pelaksanaan operasi tersebut, tidak terdapat korban dari unsur aparat keamanan, yang mencerminkan soliditas serta sinergi TNI-Polri dalam menghadapi situasi darurat di wilayah Papua.









Komentar