Sugianto Ajak Seluruh Perguruan Bersatu, IPSI Kepri Bidik Prestasi pada Periode 2026–2030

BATAM – Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kepulauan Riau terpilih, Sugianto, mengajak seluruh perguruan dan pengurus IPSI di kabupaten/kota untuk mengakhiri perbedaan yang muncul selama proses Musyawarah Provinsi (Musprov) dan kembali bersatu membangun organisasi demi meraih prestasi.

Hal itu disampaikan Sugianto usai dipercaya kembali secara aklamasi memimpin IPSI Kepri periode 2026–2030.

Dalam sambutannya, Sugianto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan kepengurusan yang akan dibentuk nantinya harus mampu mengakomodasi seluruh unsur yang memiliki komitmen memajukan pencak silat di Kepulauan Riau.

“Saya ingin semua terakomodir, karena saya yakin roh atau jiwa yang ada pada bapak dan ibu sekalian sama seperti saya, yaitu jiwa pencak silat,” ujar Sugianto.

Ia mengatakan, tim formatur akan menyusun struktur kepengurusan dengan mengedepankan profesionalisme dan kompetensi. Menurutnya, setiap posisi harus diisi oleh orang yang memiliki keahlian di bidangnya.

“Kita hilangkan ego, baik ego pribadi maupun ego kelompok. Keinginan kita hanya satu, bagaimana pencak silat tetap maju dan berprestasi. Kepada tim formatur, saya berharap kepengurusan disusun sesuai keahlian masing-masing. Ada anjuran bahwa apabila suatu pekerjaan tidak diberikan kepada ahlinya, maka tunggulah akibatnya,” katanya.

Sugianto juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pertimbangan IPSI Kepri, Prof. Soerya Respationo, yang dinilainya terus memberikan arahan dan bimbingan bagi kemajuan organisasi.

Ia menegaskan bahwa menjadi pengurus IPSI merupakan panggilan hati, bukan untuk mencari keuntungan materi.

“Organisasi ini adalah kerja yang mulia. Tidak ada keuntungan materi yang bisa kita ambil. Yang ada adalah pengabdian untuk membesarkan pencak silat,” ucapnya.

Mengakhiri sambutannya, Sugianto mengajak seluruh perguruan dan peserta Musprov melupakan dinamika yang terjadi selama proses pemilihan.

“Kompetisi sudah berakhir, mari kita bergandengan kembali. Kita adalah satu. Seorang pesilat tidak boleh pendendam. Pesilat adalah jiwa-jiwa kesatria yang memiliki hati besar. Kita dikenal lemah lembut dan sopan, tetapi di balik kesopanan itu ada kekuatan besar yang harus digunakan untuk menjaga persatuan dan mengharumkan nama daerah,” tegasnya.

Sugianto juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus perguruan, dan peserta Musprov yang telah menyukseskan jalannya kegiatan. Ia berharap dukungan dan kerja sama seluruh pihak dapat terus terjalin agar IPSI Kepri mampu mencetak prestasi yang lebih baik pada masa kepengurusannya.

Sambutan tersebut ditutup dengan yel-yel penyemangat, “IPSI Kepri!”, yang dijawab serempak oleh peserta dengan pekikan “Prestasi!”, sebagai komitmen bersama membawa pencak silat Kepulauan Riau semakin berprestasi di tingkat regional maupun nasional.

Komentar