NATUNA – Prajurit KRI Silas Papare-386 dari Satuan Kapal Eskorta Koarmada I pada saat berlayar melaksanakan latihan pemeriksaan kapal atau Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) di tengah dinamika situasi keamanan di Laut Natuna Utara pada Minggu 22 Februari 2026.
Latihan tersebut digelar sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi berbagai potensi pelanggaran hukum di laut, sekaligus memastikan kesiapan personel dalam menjalankan tugas operasi sehari-hari di wilayah strategis tersebut.
Dalam skenario latihan, prajurit melaksanakan prosedur penghentian dan pemeriksaan kapal secara terukur, mulai dari pendekatan taktis hingga pengamanan awak kapal yang diperiksa.
Setiap tahapan dilakukan sesuai standar operasional dengan mengedepankan profesionalisme, ketelitian, serta koordinasi yang solid antarunsur.
Hal ini penting mengingat Laut Natuna Utara merupakan jalur pelayaran internasional yang memiliki tingkat kerawanan tersendiri.
Komandan KRI Silas Papare-386 Mayor Laut (P) Firman Syahputra, S.E., M.Tr.Opsla.,
menegaskan bahwa latihan VBSS menjadi kemampuan dasar yang wajib dikuasai seluruh prajurit kapal perang, khususnya dalam mendukung tugas penegakan hukum dan menjaga kedaulatan negara.
“Dengan latihan yang rutin dan terukur, prajurit diharapkan mampu merespons cepat setiap potensi ancaman, baik berupa pelanggaran wilayah, penyelundupan, maupun aktivitas ilegal lainnya”, tegasnya
Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Koarmada I dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perairan yurisdiksi nasional. Kehadiran unsur TNI Angkatan Laut yang siaga di Laut Natuna Utara menjadi simbol nyata negara hadir untuk melindungi kepentingan nasional, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan pengguna laut.
Melalui latihan yang dilaksanakan secara disiplin dan penuh tanggung jawab, KRI Silas Papare-386 terus meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan kemampuan teknis prajuritnya.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam memastikan beranda depan Nusantara tetap aman, terkendali, dan terjaga demi kedaulatan serta keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.













Komentar