BATAM – Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Tahun 2026 di Baba Restoran, Batam Centre, Minggu (26/7/2026).
Mengusung tema “Bersatu untuk Prestasi, Prestasi untuk Kepri”, forum tersebut menjadi momentum evaluasi organisasi, penyusunan program kerja, sekaligus pemilihan kepengurusan baru.
Ketua Pengprov IPSI Kepri periode 2022–2026, Sugianto SH, menegaskan Musprov bukan sekadar agenda memilih ketua baru, tetapi menjadi forum strategis untuk merumuskan arah pembinaan pencak silat di Kepulauan Riau agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Menurutnya, berakhirnya masa kepengurusan menjadi saat yang tepat untuk melakukan evaluasi sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, pengurus cabang, pelatih, atlet, dan semua pihak yang telah mendukung perjalanan organisasi selama empat tahun terakhir.
“Atas nama Pengprov IPSI Kepulauan Riau, kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak. Kami juga memohon maaf apabila selama menjalankan amanah masih terdapat kekurangan,” ujarnya.

Sugianto mengakui prestasi IPSI Kepri di level nasional masih belum memenuhi target. Meski demikian, pembinaan atlet dinilai menunjukkan perkembangan positif dengan lahirnya atlet-atlet yang mampu berprestasi pada kejuaraan internasional di tingkat Asia maupun berbagai negara.
Ia juga mengingatkan keberhasilan atlet Kepri meraih dua medali emas pada Kejuaraan Nasional Pra-PON di Solo tahun 2023. Namun capaian tersebut belum mampu berbuah hasil maksimal pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Kami menyadari masih banyak yang harus dibenahi. Semoga kepengurusan yang baru dapat membawa IPSI Kepulauan Riau meraih prestasi yang lebih baik, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kepulauan Riau, Usep RS, menilai Musprov IPSI merupakan momentum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan prestasi atlet pencak silat.

Ia berharap forum tersebut melahirkan program kerja yang inovatif, mempererat solidaritas antarperguruan, serta menghasilkan kepengurusan yang memiliki visi kuat dalam membina atlet berprestasi.
“Kami berharap Musprov ini mampu melahirkan program kerja yang energik dan inovatif, memperkuat kebersamaan antarperguruan, serta menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa IPSI Kepri meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Usep juga memaparkan perkembangan olahraga Kepri yang terus mengalami peningkatan. Pada Porwil Sumatera 2023, Kepri berhasil finis di peringkat ketujuh dengan sembilan medali emas.
Sementara pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara, Kepri meloloskan 31 cabang olahraga dengan 42 nomor pertandingan dan menempati peringkat ke-21 nasional dengan raihan lima medali emas.
Meski demikian, ia menilai cabang pencak silat masih perlu meningkatkan prestasi di tingkat nasional. Karena itu, seluruh pengurus cabang IPSI kabupaten dan kota diminta mempersiapkan atlet terbaik menghadapi Porprov VI Kepulauan Riau yang akan berlangsung pada 1–10 November 2026 di Tanjungpinang.

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pertimbangan IPSI Kepri, Prof. Soerya Respationo, menegaskan Musprov tidak boleh hanya berorientasi pada pemilihan ketua dan pengurus baru.
Menurutnya, yang lebih penting adalah melahirkan rekomendasi strategis dan program pembinaan yang terukur untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang demi meningkatkan prestasi atlet.
“Yang terpenting bukan hanya memilih pengurus, tetapi bagaimana Musprov menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang bernas untuk kemajuan IPSI Kepri, termasuk program pembinaan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Soerya juga mengajak seluruh perguruan menjaga persatuan melalui semangat musyawarah dan mufakat. Ia menegaskan pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang tidak hanya membentuk atlet berprestasi, tetapi juga karakter, disiplin, integritas, dan tanggung jawab generasi muda.

Ketua Panitia Musprov, Chaidir, mengatakan forum tersebut menjadi wadah untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, merumuskan program kerja strategis, sekaligus memilih kepengurusan baru yang akan memimpin IPSI Kepri pada periode berikutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PB IPSI, Prof. Dr. Ir. Dwi Soetjipto MM, menegaskan pencak silat merupakan jati diri sekaligus budaya asli Indonesia yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
Mengutip pesan Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto, Dwi mengatakan pencak silat harus menjadi bagian dari pendidikan nasional karena memiliki nilai pembentukan karakter, disiplin, dan nasionalisme
“Yang kita urus bukan hanya pencak silat, tetapi juga jati diri dan budaya asli bangsa,” ujarnya.
Dwi menjelaskan, PB IPSI saat ini terus memperkuat organisasi, meningkatkan prestasi atlet, serta menyelaraskan kebijakan antara pengurus pusat dan daerah. Ia juga mengungkapkan PB IPSI tengah menjalankan program Pencak Silat Road to Olympic (PSRTO) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Kebudayaan, dan Persilat.
Program tersebut menargetkan pencak silat kembali dipertandingkan secara resmi pada Asian Games 2030 serta masuk sebagai cabang olahraga Olimpiade Brisbane 2032.
“Kami mohon doa dan dukungan seluruh insan pencak silat Indonesia agar target tersebut dapat tercapai,” kata Dwi.
Ia pun mengapresiasi dedikasi Pengprov IPSI Kepri periode 2022–2026 dan berharap Musprov VI mampu menghasilkan kepemimpinan yang solid, program kerja yang visioner, serta membawa pencak silat Kepulauan Riau meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun dunia.














Komentar