Warga Minta Dimanusiakan, Tuntut Solusi Kapling atau Ganti Rugi Sebelum Penertiban

BATAM – Warga yang bermukim di kawasan belakang Gedung Bersama Batam meminta pemerintah mengedepankan pendekatan yang manusiawi sebelum melakukan penertiban. Mereka menegaskan tidak menolak pembangunan, namun berharap hak-hak warga terlebih dahulu diselesaikan.

Ketua RT 004/RW 002, Budi Satrio, mengatakan tuntutan warga sejak awal tidak berubah, yakni meminta pemerintah memberikan solusi berupa kapling pengganti atau uang pengganti untuk membeli kapling baru.

“Yang kami minta sederhana, dimanusiakanlah tuntutan warga. Berikan kapling atau uang untuk membeli kapling. Kami tidak pernah menghalangi pembangunan di Batam. Kalau solusi itu sudah ada, warga akan pergi dengan sendirinya dan tidak akan ada tuntutan lagi,” ujarnya saat melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Batam, Selasa (30/6/2026).

Menurut Budi, mayoritas warga telah tinggal di lokasi tersebut selama sekitar 20 tahun. Sebagian besar merupakan masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah sehingga tidak memiliki kemampuan untuk mencari tempat tinggal baru tanpa bantuan.

“Kami sudah puluhan tahun tinggal di sana. Kalau ekonomi kami mencukupi, tentu kami tidak akan bertahan di lokasi itu,” katanya.

Ia menyebut lokasi yang ditempati warga berada di kawasan belakang Gedung Bersama yang dikabarkan akan masuk dalam rencana pembangunan tahap kedua. Meski demikian, warga mengaku belum memperoleh kepastian mengenai rencana tersebut.

Di sisi lain, warga juga mengeluhkan belum adanya tindak lanjut atas permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah diajukan kepada DPRD. Selama sekitar dua setengah bulan terakhir, warga telah tiga kali mengirimkan surat permohonan, namun belum mendapatkan jadwal pasti.

“Kami sudah tiga kali memasukkan surat permohonan RDP, tetapi belum ada respons. Baru setelah ada aksi spontan dari warga, kami mendapat tanggapan bahwa RDP akan segera dijadwalkan,” ungkapnya.

Budi juga mengaku kecewa karena Surat Peringatan (SP) pertama yang diterbitkan Tim Terpadu tidak pernah disampaikan secara resmi kepada dirinya selaku Ketua RT.

“Saya tidak diberi tahu. Tahu-tahu surat itu sudah dibagikan kepada warga. Seharusnya pemerintah setempat menyampaikan kepada saya agar bisa saya teruskan ke grup warga,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pertemuan dengan anggota Komisi I DPRD Batam, Fadli, warga mendapat informasi bahwa DPRD akan lebih dahulu melakukan pembahasan internal sebelum menjadwalkan RDP yang selama ini diminta masyarakat.

Warga berharap proses dialog dapat segera dilakukan agar diperoleh solusi yang adil dan penertiban tidak dilakukan sebelum ada kepastian mengenai nasib masyarakat yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.

DPRD Batam Janji Segera Gelar RDP Bahas Nasib Warga Kampung Belian

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Fadhli memastikan akan segera mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas persoalan yang dihadapi warga Kampung Belian terkait rencana penertiban kawasan.

Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan warga yang melakukan penyampaian aspirasi. Ia mengaku langsung turun menemui masyarakat setelah menerima informasi adanya aksi warga, meski saat itu masih mengikuti agenda rapat di DPRD.

“Kami akan segera menggelar rapat internal Komisi I untuk menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat terkait permasalahan Kampung Belian,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut akan diundang dalam forum RDP agar solusi dapat dicari melalui musyawarah.

“Kami akan memanggil semua pihak terkait supaya solusi terbaik bisa dihasilkan melalui rapat mediasi dan Rapat Dengar Pendapat,” katanya.

Ia menjelaskan, rencana pelaksanaan RDP telah dilaporkan kepada pimpinan DPRD dan pimpinan Komisi I. Setelah rapat internal selesai dilaksanakan, sekretariat DPRD akan menghubungi perwakilan warga untuk menyampaikan jadwal resmi pelaksanaan RDP.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta warga menunjuk perwakilan saat menghadiri rapat di DPRD mengingat keterbatasan kapasitas ruang rapat.

“Nanti cukup perwakilan warga yang hadir dalam RDP agar pembahasan dapat berjalan efektif. Sementara warga lainnya dapat menunggu hasil pembahasan yang akan disampaikan oleh perwakilan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog sehingga persoalan yang dihadapi warga Kampung Belian dapat diselesaikan secara baik dan menghasilkan solusi yang adil bagi semua pihak.

“Sama-sama kita berdoa agar seluruh masyarakat yang sedang menghadapi persoalan ini mendapatkan solusi terbaik,” tutupnya.

Komentar