Bangun Budaya Bersih, Satkat Koarmada I Terapkan Sistem Pemilahan Sampah Terpadu

BINTAN – Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dan sehat dengan melaksanakan sosialisasi pemisahan sampah organik dan anorganik.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan kantor Satkat Koarmada I, seluruh unsur kapal jajaran, serta di dermaga Lanal Bintan pada Senin 23 Februari 2026 di Mako Satkat Koarmada I Tanjung Uban.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan satuan operasional TNI Angkatan Laut.

Melalui sosialisasi tersebut, prajurit diberikan pemahaman tentang pentingnya memilah sampah sesuai jenisnya sejak dari sumbernya.

Satkat Koarmada I juga menyediakan tong-tong sampah terpisah untuk sampah organik dan anorganik yang ditempatkan secara strategis di area perkantoran, di atas kapal, maupun di kawasan dermaga.

Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang tertib dan berkelanjutan.

Tidak hanya berhenti pada tahap pemilahan, sampah organik yang terkumpul dimanfaatkan oleh prajurit untuk diolah menjadi pupuk kompos.

Hasil pengolahan tersebut kemudian digunakan untuk mendukung penghijauan di lingkungan satuan. Sementara itu, sampah anorganik dipilah kembali untuk didaur ulang sehingga memiliki nilai guna serta mengurangi beban limbah.

Komandan Satkat Koarmada I Kolonel Laut (P) Dedi Gunawan Widyamoko, S.E., M.M.POL., menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi bagian dari disiplin prajurit.

Lingkungan kerja yang bersih tidak hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan profesionalisme dan kesiapan operasional satuan dalam mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut.

Dengan adanya program ini, diharapkan seluruh prajurit semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan serta mampu menerapkan pola hidup ramah lingkungan, baik di lingkungan dinas maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah sederhana melalui pemilahan dan pemanfaatan sampah ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari satuan terkecil dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Komentar